Bisnis berkembang, NFC Indonesia (NFCX) ubah penggunaan dana IPO



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan yang bergerak pada layanan digital exchange, PT NFC Indonesia Tbk mengubah komposisi penggunaan dana yang diperoleh dari Initial Public Offering (IPO). Melalui IPO pada 2017 yang lalu, perusahaan melepas 166,67 juta saham, sehingga berhasil menghimpun Rp 308,33 miliar. 

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Selasa (17/12) menyepakati 68,8% dari dana IPO dimanfaatkan untuk modal kerja antara lain pembiayaan piutang usaha kepada pelanggan pihak ke tiga, persediaan barang dagang dan uang muka pembelian barang dagang dan uang muka pembelian barang dagang kepada pemasok pihak ke tiga.

Baca Juga: Pembayaran Basis Digital, Masa Depan Bisnis Bank


Sebesar 30% untuk peningkatan investasi di bidang Teknologi Informasi (TI), pembelian hardware dengan pihak ketiga, dan software yang berkaitan dengan komunikasi. Sementara sisanya,  0,2% untuk pengembangan dan pembinaan SDM. 

Rencana sebelumnya, dana IPO akan dimanfaatkan untuk modal kerja sebesar 60%, investasi di bidang TI 30%, dan 10% untuk pengembangan dan pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM)

"Kebutuhan modal kerja yang meningkat terkait dengan pertumbuhan bisnis Perseroan yang sangat tinggi," kata Direktur Utama PT NFC Indonesia Tbk. Abraham Theofilus dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Parc Place,  Selasa, (17/12). 

Baca Juga: Masih penuh tantangan wujudkan visi sistem pembayaran Indonesia

Ia juga menjelaskan, pengurangan alokasi dana di pengembangan dan pembinaan SDM karena sumber daya manusia telah dilaksanakan secara tidak langsung melalui investasi pada anak-anak perusahaan. 

Asal tahu saja, hingga kuartal III 2019, perusahaan dengan kode emiten NFCX itu telah mencatatkan pertumbuhan pendapatan 164,6% year on year (yoy) menjadi Rp 3,97 triliun dari sebelumnya Rp 1,5 triliun.

Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 170% yoy dari Rp 15,87 miliar menjadi Rp 43 miliar. Adapun jumlah penggunanya naik dari 25.000 menjadi 96.000. 

Baca Juga: Di Erajaya, ponsel Samsung masih menjadi jawara

Kinerja NFCX yang apik tidak lepas dari hasil kerjasama mereka dengan Alfamart sebagai supplier. Khususnya, untuk produk telekomunikasi Telkomsel di Alfamart.

Terkait capex tahun 2020, manajemen NFCX memperkirakan jumlahnya tidak akan jauh berbeda dengan tahun ini. Adapun sepanjang tahun 2019, perusahaan optimistis menyerap keseluruhan capex yang berjumlah Rp 89 miliar.

Penggunaan capex 2020 juga tidak jauh berbeda dengan tahun ini, seperti untuk pengembangan platform. Capex 2020 nanti berasal dari internal perusahaan. 

Baca Juga: Perhiasan, jam analog, hingga kacamata segera jadi alat pembayaran digital

Abraham menambahkan, tahun depan pihaknya optimistis akan mencatatkan kinerja yang lebih baik. Sebab, industri telekomunikasi di Indonesia tengah berkembang dengan pesat. Penetrasi 4G mendorong penggunaan internet atau data usage semakin besar, sehingga hal ini akan menguntungkan perusahaan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .