Bisnis Bus Listrik Melaju, Pendapatan VKTR Naik 56% Jadi Rp 647 Miliar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mencatatkan kinerja solid di sepanjang semester I-2026.

Perusahaan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 647 miliar, atau tumbuh 56% YoY, didukung oleh pertumbuhan bisnis kendaraan listrik komersial yang terus menunjukkan momentum positif seiring meningkatnya kebutuhan pasar terhadap solusi transportasi rendah emisi.

Sementara itu, segmen manufaktur suku cadang VKTR turut memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perusahaan, didorong oleh berlanjutnya pemulihan industri otomotif nasional sepanjang tahun ini. 


Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat di Agustus 2026, Ini Saham yang Bisa Dicermati

Peningkatan pendapatan tersebut diikuti oleh perbaikan profitabilitas. Laba usaha tercatat sebesar Rp 16 miliar, meningkat 1.890% yoy, mencerminkan keberhasilan VKTR menjaga efisiensi operasional serta mengoptimalkan struktur biaya di tengah meningkatnya volume penjualan kendaraan listrik dan dinamika biaya energi global.

Sejalan dengan itu, laba bersih mencapai Rp 10 miliar, atau tumbuh 25% YoY, mencerminkan kinerja operasional yang semakin kuat pada kedua lini bisnis Perseroan. Dari sisi neraca, kondisi keuangan Perseroan tetap berada pada posisi yang sehat untuk mendukung ekspansi usaha. 

Hingga akhir Semester I 2026, total aset tercatat sebesar Rp 1,84 triliun atau meningkat 3% dibandingkan periode yang sama tahun 2025, sementara liabilitas meningkat 6% YTD menjadi Rp 589 miliar dan ekuitas tumbuh 1% YTD menjadi Rp 1,26 triliun. 

Di saat yang sama, VKTR terus mencatatkan peningkatan permintaan kendaraan listrik komersial dari berbagai mitra strategis, dengan sejumlah pesanan yang saat ini sedang diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Pencapaian ini mencerminkan semakin tingginya kepercayaan pasar terhadap kualitas produk VKTR sekaligus menjadi sinyal positif atas berkembangnya adopsi kendaraan listrik komersial dan industri kendaraan listrik nasional. 

Direktur Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, A. Ardiansyah Bakrie, menyampaikan kinerja positif pada semester I 2026 mencerminkan ketahanan model bisnis VKTR yang didukung oleh pertumbuhan di kedua segmen usaha perusahaan. 

Selain meningkatnya adopsi kendaraan listrik komersial di Indonesia, pemulihan industri otomotif nasional juga turut mendorong peningkatan permintaan terhadap produk komponen otomotif perusahaan.

Pertumbuhan ini tidak hanya mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap produk dan layanan VKTR, tetapi juga menunjukkan bahwa elektrifikasi kendaraan komersial telah menjadi solusi yang semakin relevan bagi dunia usaha maupun transportasi publik. 

"Kami optimistis tren ini akan terus berlanjut seiring semakin matangnya ekosistem kendaraan listrik nasional," kata Ardi dalam keterangan resminya, Sabtu (1/8/2026).

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Diproyeksi Naik Pekan Depan, Ini Pemicunya  

Sepanjang Semester I 2026, VKTR terus memperluas implementasi kendaraan listrik komersial di berbagai segmen. VKTR telah menyelesaikan pengiriman 30 unit bus listrik 12 meter kepada operator TransJakarta untuk mendukung operasional transportasi publik berbasis listrik di Jakarta. Dengan tambahan tersebut, secara kumulatif VKTR telah memasok 152 unit bus listrik untuk armada TransJakarta, atau sekitar 30% dari total armada bus listrik TransJakarta yang saat ini beroperasi.  

Selain memperkuat kehadiran di sektor transportasi publik, VKTR juga mulai memperluas implementasi kendaraan listrik ke sektor logistik dan operasional korporasi.

Pada semester I 2026, perusahaan telah menyelesaikan pengiriman kendaraan listrik transporter untuk mendukung kebutuhan armada transportasi antarkota oleh perusahaan logistik di Malang, Jawa Timur, serta pengiriman unit transporter kepada entitas dalam ekosistem Kelompok Usaha Bakrie. 

Langkah ini merupakan bagian dari strategi VKTR untuk memperluas aplikasi kendaraan listrik komersial di berbagai sektor industri. Seiring dengan pengembangan bisnis kendaraan listrik komersial, VKTR juga terus memperluas portofolio produknya untuk menjawab kebutuhan berbagai sektor industri. 

Saat ini, VKTR memiliki lini produk yang mencakup bus listrik 8 meter dan 12 meter, baik tipe low floor maupun high floor, kendaraan listrik Transporter LOKON, serta berbagai varian truk listrik heavy-duty, termasuk konfigurasi 6x4 Long Wheelbase, 6x4 Short Wheelbase, 4x2 Medium Wheelbase, hingga Tractor Head 6x4 untuk kebutuhan operasional on-road maupun off-road.

Portofolio tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di sektor transportasi publik, logistik, pertambangan, hingga kawasan industri.  Adapun hingga saat ini, bus listrik VKTR masih menjadi satu-satunya armada bus listrik TransJakarta yang dirakit di dalam negeri dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40%. 

Memperkuat Pertumbuhan Jangka Panjang 

Memasuki semester kedua tahun 2026, VKTR melihat prospek pertumbuhan yang tetap positif, didukung oleh meningkatnya permintaan terhadap solusi kendaraan listrik komersial. Perseroan tengah menyelesaikan bulk order bus listrik untuk program peremajaan transportasi publik di Jawa Tengah yang dijadwalkan mulai dikirim pada kuartal III 2026. 

Baca Juga: Rupiah Berpeluang Tertekan, Efek Data AS dan Pergerakan Yield US Treasury

Sejalan dengan itu, VKTR juga terus memperkuat kapasitas bisnis melalui optimalisasi fasilitas manufaktur dan pengembangan kerja sama strategis dengan sejumlah produsen kendaraan listrik global, sebagai bagian dari upaya memperluas implementasi kendaraan listrik komersial di Indonesia.  

Selain itu, VKTR saat ini juga tengah menjalani proses registrasi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) yang masih dalam proses untuk mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebagian besar dana hasil aksi korporasi tersebut direncanakan akan digunakan untuk mendukung pengembangan usaha salah satu entitas anak Perseroan yang bergerak dalam penyediaan solusi kendaraan listrik berbasis sewa (mobility-as-a-service) untuk menjawab kebutuhan pelanggan yang menginginkan penggunaan armada listrik tanpa investasi awal yang besar. 

"Meningkatnya kebutuhan akan kendaraan listrik komersial menjadi peluang besar bagi VKTR. Dengan memperkuat manufaktur, kemitraan strategis, dan inovasi model bisnis, kami optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan yang sehat sekaligus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan," tutup Ardi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News