Bisnis daring marak, jasa logistik panen kiriman



JAKARTA. Seiring maraknya pasar e-commerce dan ritel online, bisnis logistik terus menunjukkan pertumbuhan. Itu sebabnya pengiriman barang lewat perusahaan logistik terus meningkat.

Robin Lo, Direktur J&T Express, optimistis pada semester II-2017, transaksi pengiriman logistik bisa meningkat sebesar 100%. Yakni dari 150.000 pengiriman menjadi 300.000 pengiriman per hari.

"Kami juga berencana ekspansi cabang menjadi 2.000 dari jumlah saat ini 1.000 cabang. Akhir tahun ini juga  kami akan membuka cabang di luar negeri yaitu Vietnam dan Malaysia," ujarnya kepada KONTAN, belum lama ini.


Robin mengklaim, mampu bersaing dengan perusahaan logistik lain yang terus bermunculan. Ini karena J&T ditopang modal bisnis dan pengalaman yang memadai.

Sejak berdiri tahun 2015 hingga sekarang, J&T Express mengaku telah membelanjakan investasi mencapai Rp 400 miliar. Ia berharap, bisa mencapai break event point pada tahun ketiga atau tahun depan.

Optimisme itu setelah melihat tren bisnis yang positif. "Kami memang berkomitmen berkembang dan menjangkau seluruh wilayah Indonesia dengan dukungan infrastruktur yang bagus," tukas Robin.

VP Marketing & Corporate Communcation PT Pos Indonesia Djoko Suhartanto mengusung optimisme serupa. PT Pos Indonesia menargetkan pengiriman meningkat dua sampai tiga kali lipat pada semester II-2017 atau naik 50%-60% ketimbang semester sebelumnya.

"Sudah terasa saat periode puasa hingga Lebaran lalu, jumlah pengiriman meningkat 40% dari bulan biasanya," ujarnya. Jumlah ini mendekati 12 juta transaksi atau meningkat hingga 30% dibandingkan momentum Lebaran tahun sebelumnya.

Setali tiga uang dengan  PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) memproyeksikan,  jumlah pengiriman meningkat dibandingkan tahun lalu. "Targetnya, pengiriman meningkat 30% hingga akhir tahun 2017 nanti," kata Mayland Hendar Prasetyo, Head of Marketing Communication JNE. Jadi diperkirakan rata-rata mencapai 16 juta paket per bulan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Hendra Gunawan