KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebutuhan infrastruktur pusat data di Indonesia terus meningkat seiring pesatnya pertumbuhan komputasi awan, kecerdasan buatan (AI), dan layanan digital. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat kapasitas pusat data Indonesia berada di kisaran 370 megawatt (MW) pada 2025. Pemerintah memproyeksikan kapasitas nasional dapat menembus lebih dari 2.000 MW pada 2029.
Baca Juga: Persaingan Smartphone Entry-Level Makin Ketat, Harga Bukan Satu-satunya Pertimbangan Di tengah prospek tersebut, Indonesia Data Center Ecosystem Council (IDCEC) resmi diperkenalkan di Thamrin, Jakarta, Kamis (20/8/2026). Asosiasi ini mendorong penguatan ekosistem pusat data nasional agar Indonesia tidak hanya menjadi lokasi pembangunan fasilitas, tetapi juga memiliki kemampuan industri yang lebih mandiri. Secretary General IDCEC Erick Hadi mengatakan, pertumbuhan industri pusat data perlu diikuti kesiapan ekosistem secara menyeluruh, mulai dari sumber daya manusia (SDM), standar industri, energi, keamanan, hingga regulasi. “Kami ingin membangun ekosistem yang membuat Indonesia memiliki kemampuan, SDM, standar, dan daya saing sendiri,” ujar Erik.
Baca Juga: Insentif Motor Listrik Turun jadi Rp 3 juta Per Unit, Begini Efeknya ke Penjualan Menurut Erick, IDCEC akan memperkuat kolaborasi antara operator pusat data, penyedia teknologi, investor, pemerintah, regulator, akademisi, dan tenaga profesional. Kebutuhan infrastruktur pusat data juga semakin besar seiring meningkatnya pemanfaatan AI. Kondisi tersebut membuat keandalan infrastruktur, efisiensi energi, keamanan siber, dan aspek keberlanjutan menjadi semakin penting dalam pengembangan industri. Berdasarkan materi IDCEC, pasar pusat data Jakarta pada semester I-2026 memiliki kapasitas 356 MW yang telah beroperasi. Selain itu, terdapat 395 MW dalam tahap konstruksi dan 1.304 MW dalam pipeline. IDCEC menegaskan, angka tersebut merupakan gambaran pasar pusat data di Jakarta dan bukan kapasitas pusat data nasional.
Baca Juga: Menjajal Changan Nevo Q05, SUV Listrik Bertenaga 120 KW Bisa Tempuh 462 Km Fokus Pengembangan SDM Selain pembangunan infrastruktur, IDCEC menempatkan pengembangan SDM sebagai salah satu prioritas. Program yang disiapkan mencakup peningkatan kompetensi, pelatihan, sertifikasi, serta perluasan akses tenaga kerja lokal terhadap industri pusat data. IDCEC juga akan mendorong pembahasan mengenai standar dan kebijakan industri. Asosiasi menilai regulasi perlu berkembang sejalan dengan kebutuhan industri, tanpa mengabaikan aspek keamanan dan keberlanjutan. “Pertumbuhan industri tidak cukup hanya mengejar penambahan kapasitas, tetapi juga harus diikuti penguatan kualitas ekosistem secara keseluruhan,” kata Erick. Hingga 2030, IDCEC memprioritaskan penguatan kolaborasi ekosistem, pengembangan kompetensi, pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik, serta dialog kebijakan dan standar industri.
Baca Juga: AISMOLI: Insentif Motor Listrik Rp 3 Juta Kurang Efektif Jika Cair September Meski demikian, IDCEC belum menetapkan target kapasitas pusat data nasional maupun angka kebutuhan investasi khusus hingga 2030.
Dengan demikian, angka kebutuhan kapasitas dan investasi untuk lima tahun ke depan belum dapat disebut sebagai target resmi IDCEC. Di sisi lain, pemerintah sebelumnya menyebut kebutuhan energi untuk mendukung pengembangan pusat data nasional dapat mencapai sekitar 2.000 MW. Pemerintah juga tengah mendorong integrasi pembangunan pusat data dengan penyediaan energi yang andal dan berkelanjutan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News