Bisnis department store masih prospektif



JAKARTA. Bisnis dept store menengah dan menengah atas prospektif. Segmen menengah dan menengah atas rela mengeluarkan dana ekstra demi mendapatkan nilai tambah dari produk yang ditawarkan dept store. Segmen ini biasanya merupakan kolektor suatu merek tertentu yang suka menikmati layanan penuh yang ditawarkan dept store."Kelebihan dept store ialah menawarkan lebih banyak merek ketimbang yang ditawarkan butik," kata Anskarina Christin M, Asisten Manajer Umum Pemasaran PT Metropolitan Retailmart, pemilik Metro Dept Store. Menghadapi persaingan yang ketat di bisnis ini, Metro Dept Store pun melakukan berbagai program promosi. Salah satu kegiatan promosi misal dengan menggandeng Bank Mega, perusahaan yang masih terafiliasi dengan Metropolitan lewat Grup Para. Selain itu, Metro Dept Store juga menerapkan sistem keanggotaan eksklusif. Setiap anggota berkesempatan mendapatkan penawaran khusus. Menanggapi penutupan Harvey Nichols, Metro Dept Store pun tak menutup kemungkinan merambah ke segmen premium yang tinggalkan MAP tersebut."Tidak menuntup kemungkinan akan mengambil ceruk pasar premium, namun kami akan memikirkan hal tersebut lebih dulu," lanjut Anskarina. Sebab, dalam membangun dept store premium, perusahaan bukan hanya menawarkan layanan dan fasilitas premium, tapi juga harus memperhatikan potensi pasar, branding, dan padu padan merek yang akan muncul di gerai tersebut.Sekadar catatan, tahun ini perusahaan membuka Metro Dept Store di Trans Studio Makassar. Ini membuat Metro Dept Store memiliki enam gerai yang terletak di Pondok Indah Mal, Plaza Senayan, Bandung Supermal, Taman Anggrek Mal, dan Pacific Place. Dengan ekspansi bisnis ke Makassar, Metropolitan optimistik bisa membukukan pertumbuhan pendapatan double digit hingga akhir tahun. Tahun depan, Metropolitan pun siap menambah gerai baru Metro Dept Store.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: