JAKARTA. Bisnis produk elektronik dan sejenisnya saat ini tengah lesu. Kondisi rupiah yang masih loyo beberapa bulan terakhir menjadi biang keladi daya beli masyarakat turun. Efek rupiah membuat harga produk elektronik yang mayoritas impor naik tinggi. Kondisi ini bisa terlihat di sejumlah pusat belanja produk elektronik. Mulai dari peritel modern semacam Electronic Solution atau Electronic City, sampai ke toko kelontong elektronik yang ada di pusat elektronik Jakarta, Glodok atau di Mangga Dua, Jakarta Barat. Semuanya relatif sama, sepi pengunjung. Misalnya di toko elektronik Wira Utama Eleltronik di bilangan Glodok City, Jakarta Barat. Menurut penuturan seorang pegawai yang biasa disebut Erik menyebut, sebelum rupiah terkapar hebat, artinya di awal tahun ini, dirinya bisa melego sampai sembilan unit televisi per hari. Namun kini untuk menjual dua unit televisi saja terasa berat. "Sekarang penjualan sangat sulit, tidak bisa diprediksi," ungkapnya ke KONTAN, Kamis(3/9).
Bisnis elektronik mulai kurang energi
JAKARTA. Bisnis produk elektronik dan sejenisnya saat ini tengah lesu. Kondisi rupiah yang masih loyo beberapa bulan terakhir menjadi biang keladi daya beli masyarakat turun. Efek rupiah membuat harga produk elektronik yang mayoritas impor naik tinggi. Kondisi ini bisa terlihat di sejumlah pusat belanja produk elektronik. Mulai dari peritel modern semacam Electronic Solution atau Electronic City, sampai ke toko kelontong elektronik yang ada di pusat elektronik Jakarta, Glodok atau di Mangga Dua, Jakarta Barat. Semuanya relatif sama, sepi pengunjung. Misalnya di toko elektronik Wira Utama Eleltronik di bilangan Glodok City, Jakarta Barat. Menurut penuturan seorang pegawai yang biasa disebut Erik menyebut, sebelum rupiah terkapar hebat, artinya di awal tahun ini, dirinya bisa melego sampai sembilan unit televisi per hari. Namun kini untuk menjual dua unit televisi saja terasa berat. "Sekarang penjualan sangat sulit, tidak bisa diprediksi," ungkapnya ke KONTAN, Kamis(3/9).