KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank BJB Syariah mencatat pertumbuhan positif pada bisnis emas sepanjang tahun ini. Meningkatnya minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi sekaligus sumber pembiayaan mendorong pertumbuhan produk emas perseroan hingga mencapai tiga digit. Direktur Utama PT Bank BJB Syariah Arief Setyahadi mengatakan, pengembangan bisnis emas menjadi salah satu fokus perseroan sejalan dengan Rencana Bisnis Bank (RBB) untuk memperkuat lini usaha berbasis syariah. "Bank BJB Syariah memanfaatkan prospek bisnis emas yang bergerak positif. Pengembangan bisnis emas juga sejalan dengan arah dan Rencana Bisnis Bank (RBB) Bank BJB Syariah untuk terus mengembangkan dan memperkuat bisnis berbasis syariah, termasuk melalui produk Mitra Emas iB Maslahah," ujar Arief kepada Kontan Senin (10/8/2026).
Baca Juga: Pembiayaan Emas BCA Syariah Melonjak 127,6% Hingga Juni 2026 Menurut Arief, tren permintaan emas masih menunjukkan prospek yang menjanjikan. Masyarakat kini tidak hanya memandang emas sebagai aset investasi jangka panjang, tetapi juga sebagai alternatif pembiayaan untuk memenuhi berbagai kebutuhan. "Kami melihat minat masyarakat terhadap emas terus memberikan peluang bagi perbankan syariah untuk mengembangkan bisnis ini. Emas tidak hanya dipandang sebagai aset yang memiliki nilai jangka panjang, tetapi juga dapat menjadi alternatif bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan," katanya. Sejalan dengan tingginya minat tersebut, Bank BJB Syariah terus mengembangkan berbagai produk emas. Di antaranya melalui Pembiayaan Kepemilikan Emas (PKE) Jaga Haji yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan ibadah haji, terutama bagi aparatur sipil negara (ASN) melalui sinergi dengan Bank BJB sebagai induk usaha, serta produk Mitra Emas iB Maslahah yang menyasar masyarakat luas, termasuk nasabah yang telah memiliki emas. Arief menjelaskan, pergerakan harga emas juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi aktivitas bisnis emas perseroan, khususnya pada produk gadai emas. Saat harga emas meningkat, nilai taksiran agunan turut naik sehingga mendorong sebagian nasabah melakukan top up pembiayaan. Di sisi lain, ekspektasi kenaikan harga emas juga mendorong masyarakat membeli atau menambah kepemilikan emas sebagai instrumen investasi. "Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan produk emas yang mencapai 105% secara year on year," ujarnya. Untuk memastikan ketersediaan emas, Bank BJB Syariah telah bekerja sama dengan sejumlah pemasok dan produsen emas. Dengan demikian, nasabah tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan barang maupun perubahan harga karena transaksi dilakukan sesuai harga pada saat pembelian. "Bank telah bekerja sama dengan beberapa supplier maupun produsen sehingga nasabah tidak perlu khawatir dengan ketersediaan barang dan harga barang sesuai dengan harga pada saat bertransaksi," kata Arief.
Baca Juga: Bisnis Bullion Pegadaian Melaju di Semester I, Kelolaan Emas Tembus 155 Ton Ke depan, BJB Syariah optimistis bisnis emas masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan, Bank BJB Syariah akan terus melakukan pengembangan produk dan layanan, memperluas akses bagi nasabah, serta meningkatkan edukasi dan literasi mengenai investasi emas.
Selain itu, perseroan juga akan memperkuat program pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk memperluas kerja sama dengan komunitas emas serta menggelar berbagai kegiatan edukasi, baik melalui kanal digital maupun secara langsung. Salah satu program yang akan terus dikembangkan adalah Gadai Emas Berkah Sekolah (Gebyar Sekolah). Program tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi nasabah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk Mitra Emas iB Maslahah. Melalui berbagai strategi tersebut, Bank BJB Syariah berharap bisnis emas dapat terus menjadi salah satu pendorong pertumbuhan pembiayaan syariah sekaligus memperkuat kontribusi perseroan dalam pengembangan ekosistem investasi emas di Indonesia. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News