Bisnis Emas Bank Syariah Makin Ngebut di Tengah Harga yang Naik-Turun



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Tren kenaikan sekaligus fluktuasi harga emas masih menjadi angin segar bagi bisnis emas di perbankan syariah. 

Di tengah kondisi pasar yang belum stabil, minat masyarakat untuk menempatkan dana di emas justru terus menguat, dan sejumlah bank syariah kini menikmati lonjakan permintaan.

Berdasarkan laman logammulia.com, harga emas Antam pada Jumat (15/5/2026) turun menjadi Rp 2.819.000 per gram dari sehari sebelumnya Rp 2.839.000 per gram.


Meski terkoreksi Rp 20.000, emas tetap dipandang sebagai aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Baca Juga: Bisnis Emas Bank Syariah Melonjak Ratusan Persen di Tengah Volatilitas Harga Emas

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menjadi salah satu bank yang paling merasakan dampaknya. 

Hingga kuartal I-2026, bisnis emas tercatat menjadi motor utama fee based income (FBI) perseroan. Kontribusi FBI terhadap total pendapatan BSI pun naik menjadi 22,98%.

Direktur Finance and Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan, bisnis emas menjadi penyumbang terbesar FBI dengan kontribusi 33,69% atau setara Rp 705 miliar. Angka itu melonjak 125% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Ade, minat masyarakat terhadap investasi emas tetap tinggi meski harga logam mulia bergerak fluktuatif. Namun, BSI tidak mendorong nasabah untuk berspekulasi mengejar keuntungan jangka pendek. Fokus utama perseroan adalah memperluas akses masyarakat agar bisa mulai menabung emas.

"Strategi yang ingin kita jalankan adalah memberikan akses dan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat Indonesia untuk dapat memiliki dan mulai menabung emas," ujar Ade dalam paparan kinerja perseroan, Selasa (12/5).

Baca Juga: Peta Bank Syariah 2026 Berubah, Cek Rekomendasi Saham BRIS & BTPS Pasca Hadirnya BSN

BSI juga mendorong edukasi agar emas dipandang sebagai instrumen investasi jangka menengah dan panjang, termasuk untuk persiapan haji.

Dari sisi permintaan, pertumbuhan bisnis emas BSI terlihat dari pembiayaan gadai emas yang naik 58,3% secara tahunan. Sementara itu, layanan digital E-mas di aplikasi BYOND melonjak lebih dari 2.700%.

Hingga kini, jumlah nasabah penabung emas BSI telah menembus 1 juta orang. Untuk memperluas akses, BSI juga menghadirkan fitur bank emas lewat aplikasi BYOND.

Melalui layanan ini, masyarakat bisa membeli emas mulai Rp 50.000 tanpa harus datang ke cabang. Nasabah juga dapat menjual dan mentransfer emas dalam nominal kecil.

BSI menilai langkah ini penting untuk menjawab persoalan keterjangkauan atau affordability masyarakat dalam membeli emas secara konvensional.

Baca Juga: Harga Naik Turun, Pembiayaan Emas Melonjak

“Affordability issue yang dihadapi masyarakat Indonesia bisa kita solve,” kata Ade.

Ke depan, BSI optimistis bisnis emas masih akan terus bertumbuh seiring kuatnya minat masyarakat terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Tak hanya BSI, PT Bank BCA Syariah juga mencatat lonjakan pembiayaan emas. Hingga April 2026, pembiayaan murabahah emas BCA Syariah tumbuh 152,8% secara tahunan menjadi Rp 748 miliar.

Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum mengatakan, permintaan pembiayaan emas masih terus naik di tengah volatilitas harga logam mulia.

Ia menilai peluang bisnis emas pada 2026 masih terbuka lebar karena emas tetap dianggap sebagai instrumen investasi jangka panjang.

“Pembiayaan emas masih memiliki peluang yang baik di tahun 2026, selaras dengan pandangan masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi jangka panjang,” ujar Yuli.

Pertumbuhan pembiayaan emas BCA Syariah ditopang sejumlah strategi, mulai dari kerja sama dengan mitra penyedia emas terpercaya hingga sinergi dengan induk usaha, PT Bank Central Asia Tbk (BCA), untuk memperluas jangkauan pasar.

Baca Juga: Simak Profil BTPS, Kuda Hitam Bank Syariah dengan Aset Terbesar Kedua Setelah BRIS

Bank juga aktif mengikuti berbagai expo guna meningkatkan literasi pembiayaan emas dan menawarkan program promosi kepada nasabah.

BCA Syariah menargetkan pembiayaan emas bisa memberi kontribusi dobel digit terhadap total pembiayaan konsumer perseroan pada tahun ini.

Kalau Anda mau, saya juga bisa buatkan versi yang lebih tajam untuk media ekonomi dengan judul yang lebih “berita banget”.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News