KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis event organizer (EO) olahraga berpeluang tumbuh, seiring meningkatnya permintaan penyelenggaraan event lari sepanjang 2026. Jenis event yang digelar semakin beragam, mulai dari fun run hingga lomba maraton berskala besar. Founder D&D Production Didit Santoso mengatakan, perkembangan tersebut menunjukkan semakin besarnya pasar penyelenggaraan event olahraga. Kondisi ini turut membuka peluang bagi EO untuk mengembangkan sumber pendapatan dari berbagai layanan. "Event olahraga yang saya lihat tumbuh sangat signifikan di tahun 2026. Event lomba lari dari data yang saya lihat tahun ini tumbuh dengan baik," ujar Didit kepada Kontan, Selasa (18/8/2026). Baca Juga: Harga Chip Memori Naik, Zyrex Sesuaikan Harga Laptop Menurut Didit, bisnis EO tidak hanya memperoleh pendapatan dari jasa utama penyelenggaraan event. Penyelenggara juga dapat mengembangkan berbagai revenue stream dari layanan yang muncul di sekitar event. Ia mencontohkan fotografi serta jasa perjalanan dan wisata sebagai beberapa peluang bisnis yang dapat dikembangkan. "Sangat banyak sekali revenue stream yang bisa dihasilkan dari sebuah event lomba lari. Misalnya dari fotografi, tour and travel, dan lainnya," ujar Didit. Namun, semakin besar skala event, kebutuhan penyelenggaraannya juga semakin kompleks. Penyelenggara harus menyiapkan berbagai kebutuhan teknis dan operasional, termasuk sumber daya manusia dan perlengkapan peserta. Sebagai gambaran, lomba maraton yang digelar di tengah kota dengan jumlah peserta lebih dari 10.000 orang dapat membutuhkan anggaran penyelenggaraan di atas Rp10 miliar. Anggaran tersebut antara lain digunakan untuk sewa tempat, sumber daya manusia, serta kebutuhan peserta seperti kaos, bib, chip, medali, dan air minum. Besarnya kebutuhan tersebut membuat penyelenggara daerah perlu memahami tata kelola event sebelum meningkatkan skala penyelenggaraan. Bagi EO, kondisi tersebut sekaligus membuka peluang untuk menangani event dengan kebutuhan dan nilai proyek yang lebih besar. Didit optimistis bisnis EO olahraga masih memiliki ruang pertumbuhan hingga 2027. Perkembangan teknologi yang memudahkan masyarakat mengikuti event menjadi salah satu faktor pendukung. Dengan meningkatnya variasi dan skala event olahraga, peluang bisnis EO semakin terbuka, baik melalui jasa penyelenggaraan maupun layanan tambahan yang dapat dikembangkan dari satu event. Baca Juga: Target Lifting Minyak di RAPBN 2027 Stagnan, Ekonom: Realisasi Bisa Lebih Rendah
Bisnis EO Olahraga Makin Menjanjikan, Event Lari Jadi Mesin Pertumbuhan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis event organizer (EO) olahraga berpeluang tumbuh, seiring meningkatnya permintaan penyelenggaraan event lari sepanjang 2026. Jenis event yang digelar semakin beragam, mulai dari fun run hingga lomba maraton berskala besar. Founder D&D Production Didit Santoso mengatakan, perkembangan tersebut menunjukkan semakin besarnya pasar penyelenggaraan event olahraga. Kondisi ini turut membuka peluang bagi EO untuk mengembangkan sumber pendapatan dari berbagai layanan. "Event olahraga yang saya lihat tumbuh sangat signifikan di tahun 2026. Event lomba lari dari data yang saya lihat tahun ini tumbuh dengan baik," ujar Didit kepada Kontan, Selasa (18/8/2026). Baca Juga: Harga Chip Memori Naik, Zyrex Sesuaikan Harga Laptop Menurut Didit, bisnis EO tidak hanya memperoleh pendapatan dari jasa utama penyelenggaraan event. Penyelenggara juga dapat mengembangkan berbagai revenue stream dari layanan yang muncul di sekitar event. Ia mencontohkan fotografi serta jasa perjalanan dan wisata sebagai beberapa peluang bisnis yang dapat dikembangkan. "Sangat banyak sekali revenue stream yang bisa dihasilkan dari sebuah event lomba lari. Misalnya dari fotografi, tour and travel, dan lainnya," ujar Didit. Namun, semakin besar skala event, kebutuhan penyelenggaraannya juga semakin kompleks. Penyelenggara harus menyiapkan berbagai kebutuhan teknis dan operasional, termasuk sumber daya manusia dan perlengkapan peserta. Sebagai gambaran, lomba maraton yang digelar di tengah kota dengan jumlah peserta lebih dari 10.000 orang dapat membutuhkan anggaran penyelenggaraan di atas Rp10 miliar. Anggaran tersebut antara lain digunakan untuk sewa tempat, sumber daya manusia, serta kebutuhan peserta seperti kaos, bib, chip, medali, dan air minum. Besarnya kebutuhan tersebut membuat penyelenggara daerah perlu memahami tata kelola event sebelum meningkatkan skala penyelenggaraan. Bagi EO, kondisi tersebut sekaligus membuka peluang untuk menangani event dengan kebutuhan dan nilai proyek yang lebih besar. Didit optimistis bisnis EO olahraga masih memiliki ruang pertumbuhan hingga 2027. Perkembangan teknologi yang memudahkan masyarakat mengikuti event menjadi salah satu faktor pendukung. Dengan meningkatnya variasi dan skala event olahraga, peluang bisnis EO semakin terbuka, baik melalui jasa penyelenggaraan maupun layanan tambahan yang dapat dikembangkan dari satu event. Baca Juga: Target Lifting Minyak di RAPBN 2027 Stagnan, Ekonom: Realisasi Bisa Lebih Rendah