Bisnis FIF syariah stagnan



JAKARTA. Pembiayaan syariah PT Federal International Finance (FIF Group) stagnan.

Nilai pembiayaan unit usaha syariah (UUS) FIF Group sama seperti tahun lalu.

Meski begitu rencana pemisahaan UUS tetap berjalan.


Jerry Fandy, Head Treasury and Fund FIF Group menyebut, pembiayaan UUS FIF Group tidak mengalami kenaikan yang signifikan.

"Mungkin karena tidak ada pembedanya antara pembiayaan konvensional dan syariah. Sehingga tidak terjadi kenaikan pembiayaan signifikan," ujar Jerry pada pekan lalu.

Ia menyebut dari total pembiayaan FIF Group hanya 10% yang berasal dari pembiayaan syariah.

Selama delapan bulan pertama tahun ini, pembiayaan mencapai Rp 18,8 triliun tumbuh 8,5% dibandingkan tahun lalu.

Maka porsi pembiayaan syariah baru Rp 1,8 triliun. Angka ini kata Jerry, sama dengan tahun lalu.

Sementara rencana pemisahaan unit usaha, Jerry memastikan tetap berjalan pada tahun depan.

UUS akan menjelma menjadi PT FIF Syariah.

Rencananya, tahun depan FIF Syariah akan masuk di Aceh.

Alasan pemilihan Aceh sebagai basis FIF Syariah lantaran melihat lingkungan kota Serambi Mekkah yang religius. Aceh akan lebih menerima produk syariah.

Disisi lain, FIF Group berencana untuk serius pembiayaan multiguna lewat pembiayaan modal kerja,

"Kami sedang percobaan untuk pembiayaan microfinancinf. Nilainya masih kecil di bawah Rp 5 miliar. Ke depan, bisa saja kami lebih massive untuk penyalurannya," kata Jerry.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News