Bisnis Gadai Diproyeksi Meningkat Jelang Lebaran



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah perusahaan pergadaian memproyeksikan bisnis gadai akan meningkat menjelang Lebaran. Salah satunya PT Budi Gadai Indonesia asal Sumatera Utara (Sumut).

Direktur PT Budi Gadai Indonesia asal Sumatera Utara (Sumut) Budiarto Sembiring memproyeksikan nilai transaksi gadai yang didapatkan menjelang Lebaran tahun ini bisa mencapai Rp 15,9 miliar, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sekitar Rp 12,5 miliar. 

"Adapun peningkatan transaksi itu terjadi karena masyarakat banyak membutuhkan dana tambahan untuk persiapan menyambut Lebaran tahun ini," ucapnya kepada Kontan, Senin (1/4).


Baca Juga: Perusahaan Gadai Incar Pertumbuhan Transaksi Menjelang Lebaran

Secara garis besar, Budiarto menerangkan menjelang Lebaran masyarakat banyak menggadaikan barang jaminan elektronik, seperti handphone, dan perhiasan emas.

Budiarto berharap bisnis gadai sepanjang tahun ini akan terus mengalami peningkatan transaksi baik transaksi gadai elektronik mauapun transaksi gadai emas. Selain itu, Budi Gadai optimistis transaksi akan terus meningkat hingga akhir tahun ini dengan proyeksi nilai penyaluran hingga Desember 2024 dapat mencapai sekitar Rp 170 miliar.

Untuk memaksimalkan pertumbuhan bisnis gadai tahun ini, Budiarto menyampaikan pihaknya akan berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah. Selain itu, pada tahun ini, Budi Gadai juga merencanakan untuk melakukan transformasi dari manual ke digital. 

Sementara itu, PT Dotri Gadai Jaya memproyeksikan bisnis gadai menjelang Lebaran tahun ini bakal meningkat. Hal itu tercermin dari kinerja perusahaan pada Maret 2024.

Direktur Dotri Gadai Jaya Rikardo menyampaikan jika dibandingkan dengan omzet Maret 2023, omzet Maret 2024 mengalami kenaikan sebesar 27,9 %. Namun, dia tak membeberkan nilai omzet tersebut.

"Adapun gadai yang paling banyak menjelang lebaran biasanya berupa barang elektronik, yaitu handphone," katanya kepada Kontan, Senin (1/4).

Rikardo juga memproyeksikan bisnis gadai pada tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sebab, dia melihat jumlah nasabah yang menggadai dan pinjaman yang disalurkan makin meningkat setiap bulannya. 

"Adapun proyeksi persentase perbandingan omzet tahun lalu dengan tahun ini sebesar 18,4%," ujarnya.

Untuk meningkatkan kinerja bisnis gadai tahun ini, Rikardo mengatakan akan menerapkan sejumlah strategi. Salah satunya dengan melakukan promosi produk gadai kepada masyarakat melalui penyebaran brosur dan mengaktifkan aktivitas lewat media sosial, seperti TikTok, Instagram, Facebook, dan lainnya. 

Selain itu, dia bilang pihaknya akan menambah outlet Dotri Gadai Jaya di beberapa wilayah dan menambah luas wilayah usaha Dotri Gadai Jaya di tingkat provinsi.

Hal sama juga disampaikan PT Indonesia Gadai Oke yang memproyeksikan bisnis gadai menjelang Lebaran bakal meningkat. Hal itu dilihat berdasarkan nilai transaksi yang juga meningkat dari bulan-bulan sebelumnya. 

Direktur PT Indonesia Gadai Oke Danioko Sastra Sembiring menyampaikan pencapaian transaksi yang didapat dalam 3 bulan terakhir atau kuartal I-2024 sebesar Rp 10,89 miliar.

Baca Juga: Pegadaian Salurkan Pembiayaan Gadai Rp 50 Triliun Sepanjang Tahun 2023

"Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, kinerja bisnis gadai menjelang Lebaran tahun ini tidak kalah jauh lebih baik. Sebab, Gadai Oke selalu menjamin kepuasan nasabah dalam bertransaksi dan terus bertumbuh dari waktu ke waktu," katanya kepada Kontan, Senin (1/4).

Danioko menerangkan jenis gadai yang paling banyak digadaikan masyarakat menjelang Lebaran, yaitu barang-barang elektronik, seperti handphone, laptop, dan televisi.

Untuk memaksimalkan pertumbuhan bisnis perusahaan tahun ini, Danioko menyebut pihaknya akan menambah kantor cabang baru dan optimistis nilai transaksi juga akan meningkat dari tahun sebelumnya.

"Selain itu, meningkatkan kinerja SDM dan pengembangan manajemen IT, terutama meningkatkan pelayanan kepada nasabah, serta membuka kantor cabang baru di Medan dan di luar Medan," kata Danioko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .