Bisnis gadai emas Danamon Syariah merosot 20%



JAKARTA. Emas diserang aksi jual hingga harganya anjlok. Kondisi ini membuat bisnis gadai emas di Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Danamon Tbk (BDMN) merosot sekitar 20%.

"Tren dalam 2 bulan terakhir ini turun 10%-20%," jelas Kepala Solusi Emas Danamon, Budi Utomo, kepada KONTAN, Selasa, (25/6). Biasanya, Danamon Syariah dapat melakukan gadai emas sekitar Rp 70 miliar tiap bulan. Namun karena jatuhnya harga emas ini, gadai yang dilakukan cuma Rp 50 miliar. Ia menyebut, sebagian besar nasabah yang melakukan gadai emas adalah nasabah mikro. Mereka cenderung mengurungkan niatnya karena melihat harga emas saat ini. Menurut Budi, perbedaan harga Rp 50 ribu saja bisa menjadi masalah bagi nasabah mikro tersebut. Namun Budi menilai bahwa menjelang Lebaran, gadai emas biasanya mengalami peningkatan sekitar 20%. "Jadi ada kecenderungan gadai emas ini tak perlu terjun lagi," ujarnya. Dari awal tahun ke Mei 2013, total transaksi gadai emas Danamon Syariah mencapai Rp 250 miliar. Ini meningkat jauh dibanding periode yang sama tahun lalu, yakni Rp 80 miliar. Tapi Budi menyebut bahwa hal tersebut tak bisa dibandingkan, karena saat itu kantornya belum banyak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: