KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek bisnis pergudangan logistik diperkirakan masih tetap cerah hingga akhir 2026. Tingginya tingkat okupansi, permintaan yang konsisten, serta minimnya tambahan pasokan baru diyakini masih akan menopang kinerja segmen properti ini.
Head of Industrial & Logistics Services sekaligus Senior Director Capital Markets CBRE Indonesia Ivana Susilo mengatakan, pergudangan logistik masih menjadi salah satu segmen properti dengan imbal hasil (
return on investment/RoI) yang paling menarik. Menurutnya, hal itu didukung oleh tingkat okupansi yang konsisten berada di level tinggi serta permintaan yang terus bertumbuh dalam beberapa tahun terakhir.
"Tingkat okupansi tetap berada di dekat level puncaknya, yaitu sekitar 98%. Kekuatan permintaan yang konsisten juga tercermin dari tingkat penyerapan tahunan (
annual take-up rate) secara keseluruhan, yang mencapai 308.700 meter persegi per tahun selama tiga tahun terakhir," ujar Ivana kepada Kontan, Minggu (12/7/2026).
Baca Juga: Pengembang Ini Perkuat Konsep Pengembangan Kota Mandiri Berkelanjutan CBRE memproyeksikan permintaan ruang gudang tetap kuat hingga akhir tahun ini. Permintaan tersebut masih akan ditopang oleh sejumlah sektor utama, terutama
e-commerce, barang konsumsi yang bergerak cepat (
fast moving consumer goods/FMCG), serta industri otomotif termasuk kendaraan listrik (
electric vehicle/EV). Optimisme serupa juga disampaikan PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (
BEST). Perusahaan menyebut, prospek bisnis gudang logistik masih positif hingga semester II-2026, meski kontribusi segmen ini terhadap pendapatan perusahaan masih relatif kecil. Head of Corporate Finance and Investor Relation BEST, Rika Mandasari mengatakan, prospek bisnis pergudangan masih ditopang pertumbuhan aktivitas manufaktur, logistik, serta kebutuhan efisiensi rantai pasok di kawasan industri MM2100. Tingkat okupansi pergudangan sewa dan
ready-to-use Standard Factory Buildings (SFB) milik BEST juga masih mencapai 100% hingga kuartal II-2026 dengan model sewa jangka menengah hingga panjang. "Meskipun kondisi ekonomi global masih diwarnai berbagai tantangan, kami melihat kebutuhan terhadap fasilitas logistik modern masih cukup baik, khususnya di kawasan yang memiliki lokasi strategis dan infrastruktur yang memadai," ungkap Rika. Meski pendapatan terbesar BEST masih berasal dari penjualan lahan industri, perusahaan melihat bisnis pergudangan berpotensi memberikan kontribusi yang lebih besar ke depan.
Untuk itu, BEST baru saja meluncurkan BeFa Industrial Hub, produk pergudangan modern multifungsi siap pakai yang menyasar tenant dengan kebutuhan operasional yang fleksibel. Saat ini, beberapa perusahaan
cold storage juga telah menjadi tenant BeFa dan berkontribusi terhadap
recurring income perusahaan. "Saat ini fokus kami adalah memperkenalkan BeFa Industrial Hub sebagai fasilitas industri siap pakai yang dirancang untuk memberikan fleksibilitas bagi tenant. Seluruh rencana pengembangan akan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kondisi pasar, permintaan, dan disiplin pengelolaan belanja modal," tambahnya.
Baca Juga: Gappri: Aturan Turunan PP 28/2024 Bisa Ganggu Iklim Usaha Industri Hasil Tembakau Senada, PT Jababeka Tbk (
KIJA) melalui anak usahanya PT Graha Buana Cikarang juga melihat permintaan terhadap produk pergudangan multifungsi (
multi-purpose warehouse) masih tetap terjaga sepanjang 2026. Salah satu proyek andalan perusahaan adalah Jababeka Bizpark yang menyasar pelaku usaha dari sektor logistik, pergudangan,
e-commerce, hingga perkantoran dan usaha komersial lainnya. Direktur PT Graha Buana Cikarang Ivonne Anggraini mengatakan sejak diluncurkan tahun lalu, Jababeka Bizpark telah membukukan penjualan sebanyak 270 unit dengan harga berkisar Rp 1,65 miliar hingga Rp 2,5 miliar per unit. Sebagian unit juga telah diserahterimakan kepada pembeli. "Jadi Bizpark bisa dibuat sebagai logistik, pergudangan, penyimpanan maupun untuk studio. Sekarang kan banyak orang berdagang lewat live TikTok, nah itu bisa dijadikan studio sekaligus gudangnya. Bisa juga untuk restoran, office, jadi memang bangunan multiguna," ujar Ivonne.
Menurutnya, kontribusi Bizpark terhadap total
marketing sales PT Graha Buana Cikarang memang masih relatif kecil karena ukuran unit yang dipasarkan lebih kecil dibanding penjualan lahan industri. Namun, produk tersebut menjadi solusi bagi pelaku usaha yang membutuhkan ruang usaha dalam skala lebih ringkas. Ke depan, perusahaan akan melanjutkan pengembangan kawasan di sekitar Jababeka Bizpark, termasuk pembangunan Jababeka Factory Outlet. Selain itu, PT Graha Buana Cikarang juga tengah mengembangkan kawasan industri baru Jababeka 9 sebagai fase terakhir pengembangan kawasan industri Jababeka. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News