Bisnis hotel diyakini masih bisa bertumbuh di tahun ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pebisnis hotel mencatat sepanjang tahun ini fluktuasi tamu menginap terpengaruh beberapa hal, salah satunya politik dan bencana. Hal ini berimbas pada tingkat okupansi dan lama menginap setiap tamu.

Rita Liu, Marketing Communication Executive Millenium Hotel Sirih Jakarta menyebut faktor pemilu membuat terjadi penurunan sedikit dibandingkan tahun lalu. Namun masih ada kesempatan untuk mengejar tingkat okupansi sampai akhir tahun nanti.

Baca Juga: Menuju destinasi kelas dunia, Labuan Bajo terapkan konsep wisata berbasis masyarakat


"Selain itu juga libur Ramadan dan idul fitri yang dekat dengan pemilu kemarin," ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (5/9)

Manajemen juga tidak mengerek tarif menginap pada tahun ini untuk bisa meningkatkan kedatangan tamu. Selain itu, menu-menu baru juga diluncurkan untuk menggaet tamu datang tidak hanya menginap tetapi juga bersantap.

Lukmanul Hakim, Corporate Regional Manager Omega Hotel Management menyampaikan di jejaring hotel Cordela miliknya justru average length of stay meningkat dari tahun lalu. Hal ini karena pertumbuhan market meeting, incentive, convention and exhibition (MICE).

Baca Juga: Ristia Bintang Mahkotasejati (RBMS) sebut pasar properti tahun ini belum kondusif

"Tamu MICE yang menginap ini yang mendongkrak kenaikan lamanya menginap. Data kami dapatkan dari beberapa hotel yang berkonsep serta menyediakan fasilitas MICE," tambahnya.

Ia mencatat rata-rata tamu menginap di jejaring hotel Cordela tercatat selama 2 hari. Dengan pertumbuhan ini, manajemen juga sedikit mengerek tarif menginap per malam. Tetapi hal ini juga diimbangi dengan beragam promo yang diberikan kepada tamu.

"OHM juga melakukan promo dengan harga lebih ekonomis dan menarik misalnya untuk yang booking jauh-jauh hari. Selain itu, untuk yang booking melalui aplikasi OHM yang bisa di-download di Google Play maupun website akan mendapatkan harga terbaik," tutupnya.

Baca Juga: Reservasi kamar hotel untuk libur akhir tahun sudah mulai ramai

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi