Bisnis Intraco terus melaju di sisa tahun 2017



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten alat berat PT Intraco Penta Tbk juga menikmati kebangkitan harga tambang. Menjelang akhir tahun diprediksi penjualan alat beratnya akan terdongkrak

Dari catatan internal emiten berkode saham INTA ini tercatat penjualan hingga November 2017 sebanyak 586 unit. Naik dari periode sama tahun lalu sebesar 353 unit.

Ferdinand D, Investor Relation Strategist PT Intraco Penta Tbk mengatakan dari sisi nilai sales Heavy Equipment tercatat per November 2017 sebesar Rp 1,2 triliun, atau naik dibanding November 2016 yg sebesar Rp 646 miliar.


"Untuk lini alat berat ada kenaikan 30% penjualan di 2017 dibanding 2016," kata Ferdinand kepada Kontan.co.id, Kamis (21/12).

Meski demikian secara pendapatan grup, INTA belum merubah target pendapatan. Tahun ini INTA menargetkan pendapatan keseluruhan tumbuh 20% dibanding posisi 2016 sebesar Rp 1,51 triliun.

Menurutnya bisnis jasa pertambangan akan tetap menjadi lini bisnis penopang perseroan di samping bisnis alat berat. "Sisi lain kami terus mengembangkan bisnis power plant. Seperti pembangunan PLTU Bengkulu sudah 15% dan power plant di Batam sudah beri kontribusi," jelasnya.

Ferdinand mengaku dari sektor tambang masih pendorong utama. Disusul dari sektor infrastruktur. Dari segi wilayah utamanya masih dari Kalimantan dan Sulawesi yang punya lahan tambang besar. "Kami lihat tahun depan bila harga komoditas masih positif maka bisnis alat berat pasti bertumbuh," jelasnya.

Seperti diketahui, INTA punya anak usaha di bidang keagenan alat berat merek Volvo, dan SDLG melalui PT Intraco Penta Prima Servis (IPPS) serta penjualana dan layanan merek Sinotruk, Mahindra, Bobcat, Doosan dan Sany Palfinger melalui PT Intraco Penta Wahana (IPW).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto