Bisnis jasa parkir masih menjanjikan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jumlah kendaraan yang terus meningkat saban tahun tidak hanya menyisakan masalah kemacetan yang semakin akut di Jakarta. Membeludaknya jumlah kendaraan membuka peluang bisnis yang mendatangkan keuntungan besar.

Potensi bisnis parkir di ibukota diperkirakan mencapai sekitar Rp 1,8 triliun per tahun. Apalagi tarif parkir terus naik sehingga potensinya semakin besar. Itu sebabnya banyak perusahaan membidik usaha ini, terlebih lahan parkir di Jakarta bertambah sulit diperoleh.

Salah satu perusahaan layanan jasa parkir adalah PT Centrepark Citra Corpora, yang sudah menjadi operator untuk 250 lokasi parkir milik pemerintah maupun swasta. Charles Oentomo, Presiden Direktur PT Centrepark Citra Corpora, optimistis, bisnis pengelolaan parkir ke depan masih menjanjikan. 


Pertimbangannya, kebijakan pemerintah yang menaikkan tarif parkir. "Dengan kenaikan tarif, para pebisnis lahan parkir bakal lebih cepat mencapai break event point (BEP)," ungkapnya. 

Charles menjelaskan, investasi awal untuk memulai bisnis parkir mulai dari ratusan juta hingga miliaran rupiah, tergantung jumlah akses dan properti yang dipakai di lahan parkir. "Jika bisnisnya berjalan bagus, kontrak lima tahun, dalam 2,5 tahun sampai tiga tahun sudah bisa BEP," ujarnya saat dihubungi KONTAN, Senin (4/12). 

Berhubung pasar jasa parkir masih terbuka lebar, Centrepark mematok pertumbuhan pendapatan rata-rata 20%-30% per tahun. Untuk mengejar target tersebut, Charles berujar, pihaknya menyasar penambahan 70 lahan parkir baru setiap tahun. Sayang, ia tidak menyebutkan total pendapatan yang diraup dari layanan parkir ini.

Elisa Lumbantoruan, Presiden Direktur PT ISS Indonesia, juga melihat kalau bisnis parkir di Jakarta masih menggiurkan. ISS Indonesia banyak membidik lahan parkir terbuka yang belum terintegrasi dengan sistem parkir di gedung-gedung. "Tahun depan, kami berharap bisnis parkir bisa menyumbang 10% terhadap total pendapatan perusahaan," katanya kepada KONTAN, kemarin.

Saat ini, kontribusi dari jasa parkir masih di bawah 5% terhadap pendapatan ISS Indonesia. Dalam memberikan layanan perparkiran, perusahaan ini belum sepenuhnya menggunakan sistem digitalisasi alias masih mengandalkan tenaga kerja manusia.

ISS Indonesia sudah memiliki sekitar 200 lahan parkir. Ke depan, perusahaan ini fokus pada jasa parkir di rumahsakit dan kampus yang tidak memiliki gedung parkir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati