JAKARTA. PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I menganggarkan Rp 100 miliar untuk menggarap bisnis kapal pandu di perairan Selat Malaka. Rencananya, bisnis kapal pandu Pelindo tersebut akan fokus melayani kapal-kapal berbendera Indonesia atau kapal asing yang beraktifitas di Indonesia. Khususnya yang berlayar dari Selat Malaka menuju Tanjung Balai Karimun, Selat Durian dan Nipah. "Bisnis kapal pandu ini merupakan pengembangan dari aktifitas ship to ship (STS) transfer minyak dari VLCC berbobot 350.000 dead weight ton (DWT) ke kapal angkut yang kecil. Karena untuk mendistribusikan minyak ke daerah, tidak bisa dilayani VLCC langsung. Kapal besar seperti ini yang kami pandu sehingga terhindar dari tabrakan dengan kapal lainnya," ujar Bambang Eka Cahyana, Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelindo I, Kamis (4/2).
Bisnis Kapal Pandu Pelindo Fokus di Selat Malaka
JAKARTA. PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I menganggarkan Rp 100 miliar untuk menggarap bisnis kapal pandu di perairan Selat Malaka. Rencananya, bisnis kapal pandu Pelindo tersebut akan fokus melayani kapal-kapal berbendera Indonesia atau kapal asing yang beraktifitas di Indonesia. Khususnya yang berlayar dari Selat Malaka menuju Tanjung Balai Karimun, Selat Durian dan Nipah. "Bisnis kapal pandu ini merupakan pengembangan dari aktifitas ship to ship (STS) transfer minyak dari VLCC berbobot 350.000 dead weight ton (DWT) ke kapal angkut yang kecil. Karena untuk mendistribusikan minyak ke daerah, tidak bisa dilayani VLCC langsung. Kapal besar seperti ini yang kami pandu sehingga terhindar dari tabrakan dengan kapal lainnya," ujar Bambang Eka Cahyana, Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelindo I, Kamis (4/2).