Bisnis Kartu Kredit Perbankan Masih Ekspansif



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan suku bunga acuan nampaknya belum berdampak kepada kinerja bisnis kartu kredit perbankan. Bank Indonesia (BI) mencatat, pada Agustus 2022 nilai transaksi kartu kredit mencapai Rp 28,38 triliun, naik 7,37% dibandingkan pada bulan sebelumnya yang sebesar Rp 26,43 triliun.

Adapun, volume transaksi kartu kredit di Indonesia mencapai 29,95 juta. Jumlah tersebut meningkat 6,48% secara bulanan dari sebelumnya yang sebanyak 28,13 juta. Secara tahunan, nilai transaksi kartu kredit juga meningkat 44,05% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 19,7 triliun. Volume transaksi kartu kredit juga naik 31,73% secara tahunan (year on year/YoY) dari sebelumnya yang sebanyak 22,74 juta.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) misalnya, mencermati bisnis kartu kredit mampu tumbuh optimal hingga Agustus 2022. Outstanding kartu kredit mengalami peningkatan 26% secara tahunan. Peningkatan tersebut terjadi seiring adanya peningkatan volume transaksi kartu kredit sebesar 28%.


Sekretaris Perusahaan BRI Aestika Oryza Gunarto menyatakan, peningkatan volume transaksi tersebut mayoritas berasal dari transaksi pada merchant offline yaitu groceries, fashion, healthcare, gadget & electronic.

Baca Juga: Multifinance Sambut Baik Kebijakan Pelonggaran Uang Muka Pembiayaan

"Sejalan dengan peningkatan mobilitas masyarakat yang ada serta melihat kinerja sampai Agustus 2022, kami optimistis prospek kartu kredit sampai dengan akhir tahun 2022 akan tetap tumbuh dobel digit seperti kinerja pada tahun sebelumnya," kata Aes kepada kontan.co.id, Kamis (20/10).

Aes melanjutkan penyelenggaraan Travel Fair yang diluncurkan BRI juga cukup memberikan dampak positif terhadap kinerja kartu kredit BRI. Hal ini tak lepas dari mulai meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk traveling setelah pandemi.

Setali tiga uang, Sandra Monica Therik, Division Head Unsecured Lending (Credit Card & Personal Loan) PermataBank juga mengatakan, prospek pertumbuhan transaksi PermataKartuKredit hingga semester II tahun 2022 diproyeksikan akan naik hingga 30%. 

“Kenaikan ini diharapkan terjadi karena selain meningkatnya aktivitas ekonomi juga ditunjang dengan berbagai program dan kemudahan yang diberikan PermataKartuKredit. Seperti program cicilan dengan bunga 0% dengan tenor hingga 12 bulan, promosi diskon paket liburan untuk akhir tahun, serta proses pengajuan dengan proses cepat dan mudah secara digital melalui PermataMobile X,” ujarnya.

Ia menyebut pertumbuhan penggunaan transaksi PermataKartuKredit di semester I tahun 2022 juga menunjukkan tren positif. Tercermin dari kenaikan bisnis sebesar 22% sejalan dengan peningkatan aktivitas ekonomi yang kembali normal. 

“Dengan penggunaan transaksi lebih banyak untuk pembayaran belanja kebutuhan rumah tangga, makan di restoran, dan pembelian untuk travelling dan barang elektronik,” tambahnya. 

Guna memacu bisnis kartu kredit, belum lama ini  Bank Permata juga meluncurkan inovasi terbarunya untuk produk PermataKartuKredit dan PermataKTA dengan layanan dan proses yang persetujuan yang lebih cepat, dimana saja dan kapan saja. 

Baca Juga: Bankir Ramal Penyaluran Kredit Akan Tetap Ekspansif pada Tahun 2023

Melalui fitur ini, proses persetujuan dan penerbitan digital card untuk PermataKartuKredit serta persetujuan dan pencairan dana dari PermataKTA akan lebih cepat melalui aplikasi digital banking PermataMobile X.

Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) juga menyampaikan, kenaikan suku bunga acuan sejak Agustus 2022 belum berdampak pada kinerja bisnis kartu kredit. Pengurus Sekretariat AKKI, Suharto Nur Cahyo menuturkan, tren penggunaan maupun pendaftaran kartu kredit masih bertumbuh positif ke 25%-30% YoY.

"Saya berharap daya tahan konsumsi masyarakat tetap terjaga sehingga potensi nasabah kartu kredit bisa meningkat sepanjang 2022," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi