KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Prospek bisnis kartu pembiayaan syariah diproyeksikan mengalami pertumbuhan signifikan pada periode Kuartal II-2024. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya jumlah kartu yang diterbitkan oleh sejumlah bank syariah. Ambil contoh PT Bank Mega Syariah, bank ini terhitung baru satu tahun meluncurkan produk kartu pembiayaan yang diberi nama Syariah Card. Namun, perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Corporate Secretary Bank Mega Syariah, Hanie Dewita mengatakan, sejak soft launching pada April hingga Desember 2023, Syariah Card telah diterbitkan mencapai lebih dari 10.000 kartu.
"Sementara, dari Januari hingga Juni 2024, jumlah kartu yang diterbitkan mengalami peningkatan sebesar 100% dibandingkan dengan Desember 2023," ungkap Hanie kepada Kontan. Baca Juga: Bank Mega Syariah Tawarkan Produk Tabungan Rencana dan Cicil Kurban Lebih lanjut Hanie menyebut, seiring dengan meningkatnya jumlah kartu yang beredar, total outstanding pembiayaan juga naik sebesar lebih dari 120% dalam periode yang sama. Melihat pertumbuhan tersebut, Hanie menyebut Bank Mega Syariah dalam kurun waktu 10 tahun ke depan menargetkan untuk menerbitkan setidaknya satu juta kartu. Senada, Unit Usaha Syariah (UUS) dari PT Bank CIMB Niaga Tbk atau CIMB Niaga Syariah, juga mencatatkan pertumbuhan kartu pembiayaan syariah yang siginifkan. Sejalan dengan itu Direktur Syariah Banking CIMB Niaga, Pandji P. Djajanegara memproyesikan bisnis kartu pembiayaan syariah juga akan tumbuh signifikan pada Kuartal II-2024. Ini sejalan dengan penerbitan kartu yang terus meningkat. "Pertumbuhan kartu syariah CIMB Niaga di kuartal II 2024 diproyeksikan akan tumbuh sebesar 23% yoy (year on year)," ungkap Pandji. Baca Juga: CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) Gelar Penawaran Sukuk Rp 1 Triliun Seiring dengan pertumbuhan positif tersebut, kualitas pembiayaan atau non performing financing (NPF) Kartu Pembiayaan juga dipastikan dalam kondisi sehat, dengan rasio NPF diperkirakan akan terjaga dibawah 2%.