Bisnis Kembali Pulih, Kredit Otomotif Perbankan Terus Tumbuh



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mulai pulihnya daya beli masyarakat akan mendorong permintaan kredit konsumer. Hal ini memberi optimisme bagi perbankan bahwa kredit kendaraan bermotor (KKB) bisa tumbuh lebih tinggi dari tahun sebelumnya. 

Bank CIMB Niaga, misalnya, berhasil menorehkan kinerja positif. Presiden Direktur Bank CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, KKB di CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) tumbuh dari tahun lalu. "KKB kami secara total tumbuh sangat baik di kuartal I 2022. Secara total portofolio tumbuh di kisaran 40%," kata Lani, Jumat (22/4). 

Lani mengungkapkan, pertumbuhan tersebut datang dari berbagai area seperti pelayanan bagi pelanggan yang semakin baik. Kemudian ketersediaan produk pembiayaan yang beragam mulai dari mobil baru, mobil bekas serta refinancing.


Selain itu, ia yakin prospek pembiayaan konsumer, termasuk KKB bisa tetap positif di sepanjang tahun ini. Kuncinya, tidak ada pengetatan pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). 

Baca Juga: Uji Coba dengan Thailand & Malaysia, 24,2 Juta Merchant Terhubung QRIS Lintas Negara

Sementara itu, Bank BCA berhasil membalikkan kinerja kredit otomotif menjadi positif untuk pertama kalinya sejak pandemi Covid-19. KKB mencetak rebound dengan naik 3,6% yoy menjadi Rp 41,6 triliun. "Total portofolio kredit konsumer naik 7,6% yoy menjadi Rp 154,8 triliun," kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja. 

Jahja menjelaskan, pelaksanaan BCA Expoversary 2022 berkontribusi signifikan dalam mendorong kinerja portofolio KPR dan KKB di akhir Maret 2022. Acara ini juga sebagai upaya perusahaan mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Pengajuan aplikasi kredit konsumer baru dari BCA Expoversary 2022 diharapkan akan berkontribusi positif bagi penyaluran kredit baru yang lebih tinggi di triwulan II tahun ini. Secara keseluruhan, total kredit BCA naik 8,6% yoy menjadi Rp 637,1 triliun pada Maret 2022.  

Di 2022, Bank Mandiri optimis kredit kendaraan bermotor (KKB) bisa tumbuh baik seiring peningkatan mobilitas masyarakat dan juga peluncuran produk-produk baru yang dilakukan produsen mobil.

EVP Consumer Loans Bank Mandiri Ignatius Susatyo Wijoyo mengatakan, baki debet atau outstanding KKB meningkat menjadi Rp 32,8 triliun pada April 2022. Perusahaan berencana merevisi target di kisaran Rp 34 triliun - Rp 35 triliun pada tahun ini. 

Baca Juga: Pendanaan Tak Merata, Gearing Ratio Multifinance Masih Turun

"Trennya akan positif, karena pemerintah sudah membolehkan mudik serta antusias pembelian mobil baru dan lama juga cukup bagus di Maret. Secara industri otomotif juga tumbuh baik pada Januari dan Februari," terangnya. 

Untuk mendorong kredit di sektor ini, beberapa strategi telah dipersiapkan Bank Mandiri. Di antaranya dengan ikut serta dalam pameran otomotif serta menggelar pameran hybrid yang dilakukan anak usaha multifinance seperti PT Mandiri Utama Finance (MUF) dan Mandiri Tunas Finance (MTF).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi