JAKARTA. Nilai tukar rupiah yang terkapar berdampak pada industri teknologi informasi (TI). Salah satunya adalah bisnis komputasi awan (cloud computing). Menurut Teguh Prasetya, Founder Indonesia Cloud Forum (ICF), bisnis komputasi awan sangat erat hubungan dengan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. "Karena biaya bisnis ini disesuaikan dengan kurs dollar AS, jadi pasti akan berdampak," katanya ke KONTAN, Senin (26/8). Apalagi, sekitar 70% dari pelanggan layanan ini adalah korporasi. Sialnya, kata Teguh, sekitar 70%-80% dari korporasi pelanggan komputasi awan membiayai layanan penyimpanan data ini melalui belanja modal, bukan di pos biaya operasional. "Bisa jadi, perusahaan yang memakai belanja modal untuk komputasi awan akan memotong anggaran," katanya.
Bisnis Komputasi Awan Terpapar Kurs
JAKARTA. Nilai tukar rupiah yang terkapar berdampak pada industri teknologi informasi (TI). Salah satunya adalah bisnis komputasi awan (cloud computing). Menurut Teguh Prasetya, Founder Indonesia Cloud Forum (ICF), bisnis komputasi awan sangat erat hubungan dengan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. "Karena biaya bisnis ini disesuaikan dengan kurs dollar AS, jadi pasti akan berdampak," katanya ke KONTAN, Senin (26/8). Apalagi, sekitar 70% dari pelanggan layanan ini adalah korporasi. Sialnya, kata Teguh, sekitar 70%-80% dari korporasi pelanggan komputasi awan membiayai layanan penyimpanan data ini melalui belanja modal, bukan di pos biaya operasional. "Bisa jadi, perusahaan yang memakai belanja modal untuk komputasi awan akan memotong anggaran," katanya.