JAKARTA. Menjadi pedagang kopi keliling (koling) tentunya bukan perkara mudah. Dengan segala keterbatasannya, pedagang koling tetap dituntut mampu menyuguhkan kopi dengan citarasa terbaik. Radit, seorang penjual kopi keliling asal Bandung bilang, pada dasarnya cukup mudah untuk menjadi penjual kopi keliling. “Kalau sudah ada armada, nanti tinggal menyediakan kotak untuk menyimpan barang-barang, sama bikin coffee bar,” tutur Radit. Meski demikian, para penjaja kopi keliling tetap harus pintar dalam memilih alat yang digunakan.Radit sendiri sengaja menghindari perkakas pecah belah. Ia memilih semua peralatan dari plastik. Untuk cup-nya sendiri, terbuat dari kertas. Selain itu, harus pintar pula memilih sumber energi untuk memanaskan air. “Ini juga menjadi kendala. Kalau saya memakai kompor tahan angin dengan gas portable, kalau memakai tabung gas berat untuk dibawa-bawa,” ujarnya.
Bisnis kopi keliling banyak tantangannya (2)
JAKARTA. Menjadi pedagang kopi keliling (koling) tentunya bukan perkara mudah. Dengan segala keterbatasannya, pedagang koling tetap dituntut mampu menyuguhkan kopi dengan citarasa terbaik. Radit, seorang penjual kopi keliling asal Bandung bilang, pada dasarnya cukup mudah untuk menjadi penjual kopi keliling. “Kalau sudah ada armada, nanti tinggal menyediakan kotak untuk menyimpan barang-barang, sama bikin coffee bar,” tutur Radit. Meski demikian, para penjaja kopi keliling tetap harus pintar dalam memilih alat yang digunakan.Radit sendiri sengaja menghindari perkakas pecah belah. Ia memilih semua peralatan dari plastik. Untuk cup-nya sendiri, terbuat dari kertas. Selain itu, harus pintar pula memilih sumber energi untuk memanaskan air. “Ini juga menjadi kendala. Kalau saya memakai kompor tahan angin dengan gas portable, kalau memakai tabung gas berat untuk dibawa-bawa,” ujarnya.