Bisnis Layanan Hedging Berpeluang Cuan di Tengah Pelemahan Rupiah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis layanan lindung nilai alias hedging punya potensi untuk meningkat di tengah gejolak global dan fluktuasi nilai tukar rupiah.

Hedging adalah layanan yang diberikan bank kepada nasabah untuk melindungi aset atau investasi dari risiko kerugian di saat terjadinya fluktuasi pasar. Ibaratnya, hedging adalah asuransi untuk menjaga portofolio aset nasabah tidak berubah nilai.

Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Trioksa Siahaan menilai, bisnis hedging bisa jadi cara bank menggaet keuntungan lebih di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini. Pasalnya, banyak pelaku usaha yang semakin membutuhkan layanan hedging untuk mengamankan asetnya.


Baca Juga: BNI Bukukan Laba Rp 5,66 Triliun pada Kuartal I-2026

"Potensi bisnis hedging dengan volatilitas pergerakan kurs seperti saat ini akan semakin meningkat terutama akan banyak permintaan dari para importir untuk menjaga stabilitas bisnisnya," kata Trioksa saat dihubungi, Senin (27/4/2026).

Menurut Trioksa, layanan hedging sudah bukan sekadar pilihan asuransi aset saja, melainkan kebutuhan untuk menjaga bisnis tetap aman. Dengan begitu, bank tentu bisa memacu pertumbuhan bisnis ini, asal tetap memperhitungkan risiko pasar dan likuiditas.

Senada dengan itu, Ekonom Global Markets dari Maybank Indonesia Myrdal Gunarto menyebut transaksi hedging otomatis akan meningkat di saat terjadi fluktuasi nilai tukar rupiah.

"Transaksi hedging ini cukup menarik di tengah fluktuasi nilai tukar seperti sekarang ini. Kelihatannya permintaan transaksinya pasti meningkat," kata Myrdal.

Baca Juga: Bank Neo Commerce (BBYB) Bukukan Laba Rp 136,98 Miliar pada Kuartal I-2026

Saat ini, hampir semua bank umum yang memiliki cadangan devisa sudah menyediakan layanan hedging. Menurut Myrdal, banyaknya opsi layanan hedging ini menjadi pembeda antara depresiasi rupiah yang terjadi saat ini dengan yang terjadi pada tahun 1998 lalu.

Dengan semakin mudahnya pelaku bisnis mendapatkan layanan hedging, perekonomian Indonesia pun akan bisa tumbuh kembali atau setidaknya berada di level aman. Bank bisa memanfaatkan peluang ini untuk mendorong pertumbuhan hedging.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News