Jakarta. PT United Tractors Tbk (UNTR) mengakui kondisi bisnis alat berat dan pertambangan batubara masih lesu. Oleh karena itu, tahun ini, UNTR akan lebih konservatif dan tetap mendorong efisiensi untuk menjaga marjin. Gidion Hasan, Direktur Utama UNTR mengatakan, tahun ini, UNTR mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 3 triliun hingga Rp 3,5 triliun. Sebagian besar dialokasikan untuk segmen usaha kontraktor penambangan. Namun, sepanjang semester I 2016, UNTR baru menyerap belanja modal sebesar Rp 800 miliar atau 22,8% dari rencana belanja modal hingga akhir tahun. "Kami menggunakan untuk kebutuhan perawatan reguler dan operasional," ujarnya di Jakarta, Kamis (4/8).
Bisnis lesu, UNTR mengerem ekspansi
Jakarta. PT United Tractors Tbk (UNTR) mengakui kondisi bisnis alat berat dan pertambangan batubara masih lesu. Oleh karena itu, tahun ini, UNTR akan lebih konservatif dan tetap mendorong efisiensi untuk menjaga marjin. Gidion Hasan, Direktur Utama UNTR mengatakan, tahun ini, UNTR mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 3 triliun hingga Rp 3,5 triliun. Sebagian besar dialokasikan untuk segmen usaha kontraktor penambangan. Namun, sepanjang semester I 2016, UNTR baru menyerap belanja modal sebesar Rp 800 miliar atau 22,8% dari rencana belanja modal hingga akhir tahun. "Kami menggunakan untuk kebutuhan perawatan reguler dan operasional," ujarnya di Jakarta, Kamis (4/8).