Desa Agromulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul terkenal dengan sebutan kampung jamu. Hampir semua ibu-ibu di kampung ini pandai membuat jamu. Produksi jamu memang tidak dilakukan setiap hari. Namun demikian, hampir setiap hari kampung ini ramai didatangi para pembeli. Para pengrajin jamu di kampung ini tergabung dalam beberapa kelompok usaha. Salah satunya adalah kelompok pembuat jamu godog yang bernama Wiji Temulawak. Kelompok Wiji Temulawak melakukan produksi seminggu sekali. Kendati demikian, mereka tidak pernah kehabisan stok produksi. Para langganan mereka juga terus berdatangan setiap hari untuk mengambil jamu pesanannya. Meski Desa Agromulyo terkenal dengan penghasil jamu tradisional, namun desa ini tidak menyiapkan bahan bakunya sendiri. Saminah (65), Ketua Kelompok Jamu Godog Wiji Temulawak, mengatakan, pasokan bahan baku jamu dibeli dari Pasar Wilir, Wates, Kulon Progo, Yogyakarta.
Bisnis melaju sejak dibantu Pertamina (2)
Desa Agromulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul terkenal dengan sebutan kampung jamu. Hampir semua ibu-ibu di kampung ini pandai membuat jamu. Produksi jamu memang tidak dilakukan setiap hari. Namun demikian, hampir setiap hari kampung ini ramai didatangi para pembeli. Para pengrajin jamu di kampung ini tergabung dalam beberapa kelompok usaha. Salah satunya adalah kelompok pembuat jamu godog yang bernama Wiji Temulawak. Kelompok Wiji Temulawak melakukan produksi seminggu sekali. Kendati demikian, mereka tidak pernah kehabisan stok produksi. Para langganan mereka juga terus berdatangan setiap hari untuk mengambil jamu pesanannya. Meski Desa Agromulyo terkenal dengan penghasil jamu tradisional, namun desa ini tidak menyiapkan bahan bakunya sendiri. Saminah (65), Ketua Kelompok Jamu Godog Wiji Temulawak, mengatakan, pasokan bahan baku jamu dibeli dari Pasar Wilir, Wates, Kulon Progo, Yogyakarta.