Bisnis minuman beralkohol kurang segar, laba Multi Bintang (MLBI) di 2019 turun 1,5%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Multi Bintang Indonesia Tbk mencatatkan kenaikan penjualan sepanjang tahun 2019. Perusahaan yang memiliki kode saham MLBI itu berhasil mengantongi penjualan bersih sebesar Rp 3,71 triliun pada akhir 2019 lalu. Jumlah tersebut tumbuh tipis 3,92% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang besar Rp 3,57 triliun. 

Sepanjang tahun 2019, penjualan ke pasar lokal masih mendominasi dengan komposisi 99,46% dari total penjualan atau setara Rp 3,69 triliun. Sisanya, sebesar Rp 10,96 miliar dari penjualan ke pasar ekspor. 

Jika dilihat dari kelompok produknya, MLBI masih mengandalkan penjualan minuman alkohol yang berkontribusi 88,14% dari total penjualan atau setara Rp 3,27 triliun. Sementara itu,  penjualan produk non alkohol tercatat berkontribusinya masih mini yakni Rp 440,87 miliar dari total penjualan. 


Walau berhasil mencetak kenaikan pendapatan, laba Multi Bintang malah tergerus. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, laba berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 1,55% dari Rp 1,224 triliun menjadi Rp 1,205 triliun di akhir tahun lalu. 

Baca Juga: Multi Bintang (MLBI) bidik industri pariwisata untuk kerek pertumbuhan penjualan

Beban-beban Multi Bintang menekan laba operasionalnya menjadi Rp 1,64 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,65 triliun. 

Laba sebelum pajak pun semakin tertekan dengan perolehan pendapatan keuangan yang berkurang 48,14% menjadi 26,59 miliar, serta beban keuangan yang naik menjadi Rp 44,57 miliar dari sebelumnya Rp 34,15 miliar.  

Asal tahu saja, MLBI membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 1,63 triliun, turun 2,39% dari tahun sebelumnya Rp 1,67 triliun. 

Sementara itu, aset Multi Bintang naik tipis 0,34% menjadi Rp 2,9 triliun dari tahun 2018 yang tercatat Rp 2,89 triliun. Adapun total liabiliti MLBI naik 1,74% dari Rp 1,72 triliun menjadi Rp 1,75 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari