Bisnis Paylater Perbankan Tumbuh Subur Menjelang Lebaran



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis buy now pay later (BNPL) alias paylater perbankan tumbuh subur di awal tahun 2026. Pertumbuhan BNPL juga didukung oleh adanya momentum libur lebaran. 

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat baki debit BNPL perbankan per Januari 2026 mengalami pertumbuhan pesat hingga 20% secara tahunan (yoy). Adapun pada Desember 2025, BNPL perbankan juga meningkat 19,25% (yoy).

Sejumlah bank mengaku permintaan BNPL dari nasabahnya semakin meningkat memasuki libur Idulfitri 2026. Di momen ini, BNPL tidak hanya marak digunakan untuk transaksi sehari-hari saja, tetapi juga untuk pembelian tiket pesawat dan kereta api guna mudik lebaran.


EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menjelaskan BNPL disukai pengguna karena lebih praktis dan cepat dibanding opsi layanan pembiayaan lain.

Baca Juga: Aturan Free Float 15% Belum Resmi, Bank Masih Tunggu Aturan OJK

"Perseroan mencermati adanya pertumbuhan kinerja Paylater BCA pada momen-momen seperti akhir tahun, Ramadan, dan menjelang Lebaran," kata Hera kepada Kontan, Senin (16/3/2026).

Hingga Desember 2025, pengguna layanan Paylater BCA mencapai 189.000 nasabah. Jumlah ini tumbuh 16% secara tahunan. Sedangkan, outstanding Paylater BCA juga bertumbuh pesat pada akhir tahun lalu mencapai Rp330 miliar.

Di sisi bank digital, Allo Bank menilai prospek BNPL ke depannya masih sangat solid. Head of Digital Strategy Allo Bank Destya D. Pradityo menilai produk pembiayaan berbasis digital, seperti BNPL, mengalami pertumbuhan pesat saat waktu libur panjang. "Momentum tersebut secara historis memang menjadi salah satu katalis peningkatan transaksi BNPL, baik dari sisi jumlah transaksi maupun utilisasi limit oleh nasabah," jelas Destya kepada Kontan, Senin (16/3/2026).

Sebagai bank digital, BNPL menjadi salah satu layanan utama dari Allo Bank. Meski tidak menyebut angka pasti, Destya menyebut jumlah transaksi, outstanding kredit, serta pengguna BNPL-nya terus tumbuh secara sehat.

Baca Juga: Kontribusi Asuransi Syariah Anjlok 44,7% YoY pada Januari 2026, Ada Peluang Perbaikan

Ekonom Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, menilai BNPL akan tumbuh sangat pesat ke depannya dengan semakin banyaknya fasilitas yang mendukung.

Seperti pada setahun terakhir, penggunaan Qris dalam transaksi digital semakin mempermudah penggunaan layanan BNPL. Nasabah pun akhirnya banyak yang lebih tertarik terhadap layanan jenis baru ini dibandingkan pinjaman konvensional.

Pihak bank juga sering kali membebaskan bunga bagi pengguna BNPL dengan tenor pembayaran pendek. Menurut Myrdal, inilah yang sangat memudahkan masyarakat untuk menggunakan BNPL.

Dari sisi persaingan, Myrdal menilai bank dapat lebih unggul dibandingkan perusahaan multifinance karena bank pada umumnya memiliki kapasitas pendanaan yang lebih besar.

"BNPL ini cukup menarik karena Indonesia merupakan negara yang struktur ekonominya didominasi oleh sektor konsumsi rumah tangga," kata Myrdal saat dihubungi, Senin (16/3/2026).

BNPL dinilai menjadi jawaban bagi mereka yang butuh pendanaan cepat, dengan persyaratan mudah, serta tenor pendek dengan bunga relatif rendah atau bahkan tidak ada sama sekali.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News