KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis layanan
payroll masih menjadi salah satu andalan bank untuk menggenjot dana murah (CASA) guna
mengurangi Cost of Fund (CoF). Bisnis
payroll merupakan layanan kerja sama yang diberikan bank dengan suatu perusahaan untuk mengelola gaji karyawan dari perusahaan tersebut. Bisnis ini menjadi salah satu cara bank untuk menghimpun dana dalam produk tabungan dan giro. Sejumlah bank menyebut bisnis
payroll tercatat tumbuh positif pada kuartal-1 2026. Salah satunya PT Bank Central Asia Tbk (BCA).
EVP Corporate Communication BCA Hera F. Heryn mengatakan, jumlah perusahaan yang menggunakan layanan Payroll BCA pada kuartal I-2026 bertambah sampai 10% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
Baca Juga: Honest Gabungkan QRIS dan Kartu Kredit, Bangun Riwayat Kredit dan Perluas Akses UMKM Hera bilang, bisnis
payroll masih menjadi penopang pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) banknya, terutama dalam penghimpunan dana murah. "Tahun ini, BCA menargetkan perusahaan yang menggunakan layanan
payroll BCA dapat terus berada di tren positif," kata Hera kepada Kontan, Rabu (22/4/2026). Sementara itu, Direktur Network & Retail Funding PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Rully Setiawan bilang, bisnis
payroll banknya terjaga positif. Rully menjelaskan, bisnis
payroll masih menjadi sumber dana murah yang stabil di tengah gejolak ekonomi. Saat ini, bisnis
payroll BTN difokuskan pada beberapa sektor, antara lain kesehatan, properti, pendidikan, instansi pemerintah, serta sektor horeca (hotel, restaurant, dan cafe). Ia menyebut banyak kerja sama payroll dalam sektor itu yang berasal dari nasabah korporasi BTN. "Pemilihan sektor ini didasarkan pada potensi dan kebutuhan yang relatif stabil, sehingga dapat mendukung pertumbuhan bisnis," kata Rully saat dihubungi, Selasa (21/4/2026).
Baca Juga: Risiko Iklim Meningkat, Industri Asuransi Mengembangkan Skema Parametrik Bank Pembangunan Daerah (BPD) juga masih menumpukan pendapatan dana murahnya pada bisnis
payroll. Adapun setiap BPD memang diprioritaskan untuk melayani bisnis
payroll dari ASN di daerahnya masing-masing. Salah satu BPD yang mencatatkan pertumbuhan positif dalam bisnis payrollnya adalah BPD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Direktur Pemasaran dan Unit Usaha Syariah BPD DIY, Raden Agus Trimurjanto mengatakan, bisnis
payroll banknya tumbuh sebesar 6% secara tahunan per Maret 2026. Agus menyebut, BPD DIY saat ini mengelola layanan
payroll untuk 6.032 nasabah ASN per Maret 2026. Nominal penyaluran
payroll dari nasabah ASN ini sebesar Rp 27,3 miliar. Selain itu, Agus menyebut, BPD DIY turut mengelola
payroll untuk perusahaan swasta dan pensiunan karyawan.
Baca Juga: WOM Finance Catat Pembiayaan Investasi Rp 130 Miliar pada Kuartal I-2026 Per Maret 2026, BPD DIY mengelola gaji swasta sebanyak 11.976 nasabah, dengan nominal penyaluran sebesar Rp 37,4 miliar. Sedangkan, untuk gaji pensiunan ada sebanyak 46.092 nasabah dengan nominal penyaluran sebesar Rp 160,6 miliar. "DPK dari
payroll, khususnya Tabungan cukup berkontribusi menopang DPK. Per Maret 2026 komposisi Tabungan mencapai 60,5% terhadap total DPK Bank BPD DIY yaitu sebesar Rp 13,7 triliun," kata Agus saat dihubungi, Selasa (21/4/2026). Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News