Bisnis pelabuhan Astra Infra terimbas migas



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Pelabuhan Penajam Banua Taka (Astra Infra Port - Eastkal) di kawasan Industri Buluminun, Penajam Kalimantan Timur melambat. Itu lantaran terimbas dari bisnis perusahaan minyak dan gas (migas) yang menjadi konsumen terbesar mereka saat ini yang sedang lesu. 

Rahmat Samulo, Direktur PT Astra Infra mengatakan, sepanjang tahun ini, kinerja anak usaha yang bergerak di bidang pelabuhan dan Pusat Logistik Berikat (PLB) di Kalimantan Timur ini masih terkena imbas dari turunnya harga minyak global.

"Situasinya memang masih kami dorong karena harga migas belum terlalu bagus, sementara sebagian besar customer kami adalah perusahaan migas," ujar Samulo, Rabu (8/11). Meski enggan menyebut angka secara pasti, Samulo mengaku, kontribusi pendapatan pelabuhan Eastkal terhadap Astra Infra masih terbilang kecil.


Wiwiek D. Santoso, Direktur Astra Infra menyebut, kontribusi pendapatan bisnis jalan tol masih mendominasi terhadap total pendapatan Astra Infra. "Lebih dari 90% masih (didominasi) oleh tol," ungkap Wiwiek dalam kesempatan yang sama.

Ke depan, lanjut Wiwiek, pihaknya memiliki rencana untuk lebih mengembangkan pelabuhan laut, salah satunya dengan menjadi operator Pelabuhan Patimban. Tak hanya itu, perusahaan ini pun tengah melirik bisnis pelabuhan udara yang sampai saat ini tahapannya masih dalam pengkajian. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Rizki Caturini