KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC Indonesia) memperkuat bisnis lintas negara Indonesia-China melalui penyelenggaraan OCBC One Connect 2026, dengan fokus pada pengembangan rantai nilai energi terbarukan. Inisiatif yang digelar bersama OCBC Singapura tersebut mempertemukan sekitar 40 perusahaan asal China dan 25 perusahaan Indonesia untuk membuka peluang investasi serta kerja sama bisnis di sektor energi terbarukan.
Baca Juga: BTN Ambil Alih Pengelolaan Kredit Pegawai Aktif dari SMBC Indonesia Direktur OCBC Indonesia Martin Widjaja mengatakan, OCBC One Connect menjadi jembatan bagi perusahaan China yang ingin masuk dan mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Di sisi lain, platform tersebut juga membantu perusahaan Indonesia menjajaki peluang bisnis di China dan kawasan sekitarnya. “OCBC One Connect menjadi jembatan bagi perusahaan China untuk masuk dan berkembang di Indonesia, sekaligus mendukung perusahaan Indonesia menjajaki peluang di China dan sekitarnya,” kata Martin dalam keterangan resminya, Rabu (2/9/2026). Menurut Martin, tema Renewable Energy Value Chain Expansion dipilih karena transisi energi tidak hanya penting bagi pembangunan berkelanjutan, tetapi juga berpotensi menjadi katalisator investasi, perkembangan teknologi, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Baca Juga: Moody’s Beri Rating Ba2(hyb) untuk Surat Utang AT1 Bank Mandiri Bisnis Perusahaan China Tumbuh Potensi bisnis tersebut tercermin dari meningkatnya aktivitas perusahaan China di Indonesia yang difasilitasi OCBC Indonesia. Hingga Juli 2026, jumlah nasabah bisnis asal China di OCBC Indonesia tumbuh lebih dari 80% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut juga diikuti peningkatan volume kredit dan pendanaan yang tercatat dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. OCBC menilai, perkembangan investasi dan aktivitas bisnis perusahaan China di Indonesia membuka peluang lebih besar bagi sektor perbankan untuk menyediakan pembiayaan dan layanan transaksi bagi pelaku usaha lintas negara. Melalui OCBC One Connect 2026, perusahaan peserta dapat mengeksplorasi peluang bisnis melalui sesi wawasan pasar dan
business matching. Forum tersebut diarahkan untuk mempertemukan perusahaan, investor, penyedia teknologi, manufaktur, hingga mitra pembiayaan guna mendorong terbentuknya kolaborasi baru di sektor energi terbarukan.
Baca Juga: BRI Insurance Bayarkan Klaim PSAKI Potensi Energi Terbarukan Sementara itu, Direktur Promosi Wilayah Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Cahyo Purnomo turut memaparkan perkembangan realisasi investasi China di Indonesia selama periode 2021 hingga semester I-2026. Dari sisi energi, data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan bauran energi baru dan terbarukan (EBT) Indonesia mencapai 15,75% pada 2025, dengan total kapasitas terpasang sebesar 15.630 megawatt (MW).
Perkembangan tersebut dinilai membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi pelaku manufaktur, penyedia teknologi, investor, maupun lembaga pembiayaan dalam mengembangkan ekosistem energi terbarukan di Indonesia. Kolaborasi lintas negara tersebut juga berpotensi memperkuat rantai pasok energi terbarukan, mulai dari investasi dan manufaktur hingga penyediaan teknologi serta pembiayaan.
Baca Juga: AXA Mandiri Ungkap Faktor yang Memengaruhi Kinerja Unitlink hingga Akhir 2026 Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News