Bisnis POLY di kuartal III tertolong margin benang



KONTAN.CO.ID - Bisnis PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY) di kuartal III 2017 mulai mengalami pertumbuhan yang baik. Prama Yudha Amdan, Executive Assistant President Director PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY) mengungkapkan, bisnis Asia Pacific di kuartal ketiga mulai ada sedikit perbaikan margin di penjualan benang. 

Faktor yang mempengaruhi karena harga tekstil di China yang tengah naik. Sehingga perusahaan yang bergerak di industri hilir tekstil beralih ke produk domestik untuk efisiensi. Dengan begitu margin penjualan pun bisa membaik. “Juga langkah penertiban impor (dari pemerintah),” urai Prama, Selasa (5/9).

Namun Prama mengeluhkan kebijakan bea masuk produk TPT impor yang dikenakan bebas pajak, sementara itu tidak berlaku bagi produk domestik yang harus membayar pajak 10%. 


Terkait bisnis ke depan, POLY saat ini tengah mengembangkan benang khusus untuk industry otomotif. “Saat ini dalam tahapan finalisasi dengan beberapa konsumen strategis baru di sektor otomotif,” sebut Prama. Sayangnya ia belum menerangkan secara rinci. Yang jelas customer ini termasuk salah satu pemasok terbesar pabrikan mobil di Jepang.

Sampai Juli 2017 produksi polymer milik POLY sudah mencapai 166.834 metric ton (MT), serat sebanyak 69.342 MT, dan benang filamen 75.185 MT. Adapun untuk penjualan ekspor POLY meliputi polymer 455 MT, Serat 6.330 MT, dan benang filamen 18.064 MT. Sedangkan domestik yang terjual polymer 18.163 MT, serat 64.417 MT, benang filamen 59.512 MT.

“Rata-rata produksi sudah 80% dari business plan kami satu tahun ini,” tukas Prama. Sekadar informasi, kapasitas terpasang POLY untuk polymer ialah 330.000 MT per tahun. Sedangkan untuk serat dan benang filament, memiliki kapasitas terpasang yang sama yakni masing-masing 197.000 MT per tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Rizki Caturini