Bisnis Properti Hunian Makin Diminati, New Mountain Akuisisi Asset Living



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Perusahaan investasi ekuitas swasta New Mountain Capital sepakat mengakuisisi perusahaan manajemen properti hunian Asset Living dalam transaksi bernilai lebih dari US$ 2 miliar atau sekitar Rp 32 triliun. 

Kesepakatan ini menandai semakin besarnya minat investor terhadap bisnis pengelolaan properti hunian di Amerika Serikat.

Menurut sumber yang mengetahui proses tersebut, Asset Living sebelumnya dijajaki untuk dijual oleh pemiliknya, Roark Capital, dengan bantuan bank investasi William Blair. 


New Mountain akan mengambil alih perusahaan tersebut bersama CEO Asset Living, Ryan McGrath, yang tetap akan terlibat dalam operasional bisnis setelah transaksi rampung.

Baca Juga: Moratorium Izin Perumahan Diperluas, Prospek Bisnis Properti Jabar Tertekan

Akuisisi ini tidak hanya mencakup bisnis inti Asset Living, tetapi juga portofolio properti yang dimiliki perusahaan serta rangkaian teknologi miliknya.

Tren akuisisi perusahaan pengelola properti hunian belakangan semakin meningkat di kalangan investor ekuitas swasta. 

Sektor ini dinilai menarik karena menghasilkan pendapatan berbasis biaya yang berulang dan memberikan eksposur terhadap tingginya permintaan hunian sewa tanpa harus memiliki aset properti dalam jumlah besar.

Didirikan pada 1986 dan berbasis di Houston, Texas, Asset Living menyediakan layanan pengelolaan apartemen, hunian mahasiswa, dan perumahan terjangkau untuk pemilik properti institusional maupun lokal. Perusahaan ini mengelola properti yang tersebar di lebih dari 40 negara bagian di AS.

Sementara itu, New Mountain Capital saat ini mengelola aset senilai sekitar US$ 60 miliar. 

Baca Juga: Moratorium Izin Properti Mengusik Investasi Jabar

Hingga kini, New Mountain belum memberikan komentar resmi terkait transaksi tersebut. Roark Capital, William Blair, dan Asset Living juga belum merespons permintaan konfirmasi.