Bisnis Remitansi Perbankan Diproyeksi Terus Tumbuh Positif pada 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis remitansi perbankan menunjukkan tren pertumbuhan yang positif di tahun 2025. Sejumlah bank optimistis tren positif ini dapat terus berlanjut dan bertumbuh pada 2026.

Misalnya, Bank Syariah Indonesia (BSI) berhasil membukukan sebanyak 1,8 juta transaksi remitansi atau tumbuh sebesar 9% secara tahunan (year on year/yoy) per Desember 2025. Adapun total nilai dari transaksi remitansi BSI pada 2025 mencapai Rp 116 triliun. 

Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar menyebut BSI membuka layanan remitansi di 14 negara. Ia mencatat transaksi remitansi terbanyak datang dari Malaysia.


Wisnu menyebut BSI akan terus mengekspansi dan mempermudah layanan remitansi. "Kami optimis pertumbuhan remitansi di BSI akan baik dibandingkan tahun sebelumnya," kata Wisnu, Kamis (5/3/2026).

Baca Juga: Transaksi Remitansi BSI Melesat 1,8 Juta Transaksi hingga Desember 2025

Bisnis remitansi juga masih menjadi salah satu andalan perbankan dalam menggaet pendapatan. Bank Central Asia (BCA) misalnya menyebut remitansi berkontribusi positif dalam mendorong peningkatan pendapatan selain bunga.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn menyebut pendapatan selain bunga BCA naik 16% (yoy) atau mencapai Rp 25,6 triliun per desember 2025. Pertumbuhan ini ditopang oleh pendapatan fee based income (FBI) yang naik 10,7% (yoy) pada 2025.

Hera menyebut layanan remitansi sebagai salah satu layanan yang harus ada guna memenuhi kebutuhan nasabah. Menurutnya, pertumbuhan remitansi yang positif adalah bentuk dukungan dan respons baik nasabah.

Baca Juga: Beyondtech Siap Tancap Gas di 2026

BCA percaya diri bisnis remitansinya akan meningkat di tahun ini. Saat ini, BCA dapat melayani transaksi dengan lebih dari 100 mata uang asing.

Ekonom sekaligus Direktur Segara Research Institute, Piter Abdullah, memproyeksi remitansi perbankan akan terus bertumbuh di 2026. Menurutnya, remitansi akan terus meningkat seiring dengan semakin bertambahnya tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri dan juga tenaga kerja asing (TKA) di dalam negeri.

Piter juga menyoroti konflik geopolitik dunia yang sedang terjadi. Menurutnya, konflik dunia saat ini belum akan berpengaruh terhadap remitansi karena mayoritas TKI berada di negara yang tidak terdampak.

Baca Juga: Topremit Permudah Konsumen yang Ingin Kirim Uang ke China Melalui Alipay

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News