Bisnis Rental Kendaraan Tetap Prospektif, Okupansi Armada Tembus 90% saat Liburan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis penyewaan kendaraan masih diproyeksikan tumbuh positif sepanjang 2026 meski dibayangi ketidakpastian ekonomi global.

Pelaku usaha menilai permintaan dari segmen korporasi, proyek, hingga momentum libur panjang menjadi penopang utama kinerja industri tahun 2026 ini.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Organisasi Pengusaha Rental Kendaraan Indonesia (Asperda) Erwin Suryana mengungkapkan, secara umum prospek bisnis rental kendaraan pada 2026 masih cukup optimistis.


Baca Juga: Bisnis Rental Mobil Tetap Prospektif Hingga Akhir 2026

Menurutnya, kinerja industri didukung oleh pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap solid.

"Secara umum proyeksi bisnis rental kendaraan 2026 masih optimistis walaupun di tengah tekanan kondisi makroekonomi yang bergejolak. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi perekonomian nasional yang juga tumbuh impresif sebesar 5,6% secara tahunan pada triwulan I-2026," ujar Erwin kepada Kontan, Senin (20/7/2026).

Erwin menjelaskan, permintaan terbesar masih berasal dari segmen korporasi dan proyek, terutama melalui kontrak sewa bulanan hingga tahunan dari industri swasta maupun instansi pemerintah.

Selain itu, aktivitas perjalanan dinas juga turut menopang pertumbuhan bisnis rental kendaraan.

Ia menambahkan, meningkatnya investasi di kawasan industri dan pelabuhan, khususnya di koridor barat Pulau Jawa seperti Banten dan Cilegon, turut mendorong lonjakan kebutuhan armada komersial maupun kendaraan untuk sektor pariwisata.

Baca Juga: Bisnis Rental Mobil Berharap dari Destinasi Wisata Viral Untuk Menopang Permintaan

Di sisi lain, beroperasinya sejumlah ruas tol baru ikut membuka peluang bisnis baru.

Menurut Erwin, konektivitas yang semakin baik memacu pertumbuhan layanan shuttle antarkota serta meningkatkan permintaan sewa kendaraan dengan layanan point to point.

Momentum libur sekolah dan libur panjang pada periode Mei hingga Juli 2026 juga menjadi pendorong signifikan bagi industri rental kendaraan. Erwin mencatat tingkat okupansi armada rata-rata mencapai 90% selama periode tersebut.

"Bahkan beberapa perusahaan rental kewalahan melayani lonjakan permintaan yang cukup signifikan," katanya.

Permintaan paling tinggi terjadi pada kendaraan berkapasitas sedang hingga besar, seperti Toyota Hiace dan mikrobus, yang banyak digunakan untuk perjalanan wisata keluarga maupun rombongan.

Baca Juga: Bisnis Rental Mobil Tertekan, Permintaan Turun 5% di Semester I-2026

Menurut Erwin, peningkatan permintaan pada segmen tersebut berlangsung cukup tajam sepanjang musim liburan.

Asperda menilai kombinasi pertumbuhan ekonomi domestik, peningkatan investasi di kawasan industri, pembangunan infrastruktur jalan tol, serta tingginya mobilitas masyarakat menjadi faktor utama yang akan menjaga prospek bisnis rental kendaraan hingga akhir 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News