Bisnis Rental Mobil Kebanjiran Booking untuk Akhir Pekan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis rental mobil mulai menunjukkan peningkatan permintaan memasuki periode akhir tahun 2026. Pelaku usaha melihat kenaikan booking terutama untuk penggunaan pada akhir pekan.

Pendiri Trans Bhinneka Indonesia Joko Hariyanto mengatakan, tren peningkatan permintaan sudah mulai terlihat sejak awal November 2026. Bahkan, sejumlah unit rental telah habis dipesan untuk periode akhir pekan.

“Untuk awal November ini sudah kelihatan mulai mengalami kenaikan, terutama di akhir pekan. Permintaan unit seperti tanggal 7-8 di kami sudah habis dan sisa permintaan kami alihkan ke teman-teman sesama rental,” kata Joko kepada Kontan, Minggu (1/11/2026).


Baca Juga: Bisnis Rental Mobil Tertekan, Permintaan Turun 5% di Semester I-2026

Menurutnya, peningkatan mobilitas masyarakat pada akhir pekan menjadi salah satu faktor yang mendorong permintaan rental mobil. Kondisi ini turut memberikan prospek positif bagi bisnis rental memasuki periode akhir tahun.

Namun, pelaku usaha masih menghadapi tantangan dari sisi operasional, terutama terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). Joko mengatakan, pasokan BBM saat ini masih relatif terkendali, meski sebelumnya sempat terjadi kelangkaan solar di sejumlah titik.

“Kami sempat kerepotan karena beberapa kali terjadi kelangkaan di sepanjang jalur tol Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ujarnya.

Dalam kondisi tersebut, Trans Bhinneka Indonesia bahkan sempat membeli solar secara eceran dari sejumlah truk yang membawa cadangan BBM dalam galon di wilayah Indramayu.

Sementara itu, untuk BBM jenis bensin, Joko menyebut perusahaan tidak mengalami kendala berarti.

Baca Juga: Bisnis Rental Mobil Tetap Prospektif Hingga Akhir 2026

Di tengah tantangan pasokan BBM, perusahaan belum berencana menambah armada kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Menurut Joko, permintaan terhadap mobil listrik untuk kebutuhan rental masih belum cukup tinggi.

“Kami masih belum tertarik untuk melakukan pengadaan mobil listrik karena permintaan belum banyak. Tetapi kalau hybrid kami ada seperti Toyota Zenix,” kata dia.

Saat ini, sebagian besar armada Trans Bhinneka Indonesia masih menggunakan kendaraan bermesin diesel. Joko menilai kendaraan diesel masih menjadi pilihan utama karena memiliki tenaga yang lebih besar serta nilai jual kembali yang relatif tinggi.

“Mesin diesel masih menjadi andalan kami. Selain lebih bertenaga, mobil mesin diesel mempunyai harga jual bekas yang masih tinggi, value for money,” jelasnya.

Karena itu, Joko berharap pemerintah dapat meningkatkan perhatian terhadap distribusi BBM, khususnya untuk memastikan ketersediaan di jalur-jalur utama.

Baca Juga: Bisnis Rental Mobil Berharap dari Destinasi Wisata Viral Untuk Menopang Permintaan

Menurut dia, persoalan pasokan BBM di Pulau Jawa saja sudah dapat mengganggu operasional, sehingga perlu menjadi perhatian lebih besar untuk wilayah lainnya.

“Kami berharap pemerintah lebih memperhatikan distribusi BBM. Kalau di Jawa saja susah, bagaimana di daerah lain,” pungkas Joko. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News