Bisnis Rental Mobil Tetap Tumbuh Meski Anggaran Perjalanan Dinas Dipangkas 30%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku usaha rental kendaraan masih optimistis terhadap prospek bisnis menjelang akhir tahun 2026.

Meski pemangkasan anggaran perjalanan dinas pemerintah berpotensi menekan permintaan, mobilitas masyarakat dan sektor swasta dinilai masih menjadi penopang bisnis rental.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Organisasi Pengusaha Rental Kendaraan Indonesia (Asperda) Erwin Suryana mengatakan, permintaan rental kendaraan secara umum masih cukup baik.


Secara musiman, permintaan biasanya meningkat memasuki periode akhir tahun.

“Sejauh ini permintaan masih cukup baik, dan kami masih optimis. Khususnya periode akhir tahun ini yang secara siklus memang selalu naik permintaannya,” ujar Erwin kepada Kontan, Minggu (1/11/2026).

Baca Juga: Bisnis Rental Mobil Tetap Optimistis Jelang Akhir Tahun

Menurut Erwin, pemangkasan sekitar 30% anggaran perjalanan dinas pemerintah pusat memang berpotensi memengaruhi bisnis rental kendaraan. Namun, ketergantungan bisnis rental terhadap belanja pemerintah relatif terbatas.

Ia memperkirakan kontribusi perjalanan dinas pemerintah terhadap pasar rental kendaraan secara umum berada di kisaran 25%-40%. Besaran kontribusi tersebut berbeda-beda di setiap daerah, tergantung karakteristik permintaan dan aktivitas ekonominya.

“Belanja pemerintah memang jadi pengungkit pertumbuhan, namun demikian itu bukan faktor satu-satunya. Ada variabel lain seperti belanja sektor swasta dan konsumsi masyarakat,” katanya.

Karena itu, Asperda mendorong pelaku usaha memperbesar pasar di luar segmen pemerintah. Sejumlah sektor seperti manufaktur, logistik, perkebunan dan pertambangan dinilai memiliki kebutuhan mobilitas operasional yang dapat menopang permintaan rental.

Baca Juga: Bisnis Rental Mobil Kebanjiran Booking untuk Akhir Pekan

Selain itu, pasar ritel juga masih dapat dikembangkan melalui layanan sewa harian, pariwisata, hingga kebutuhan kendaraan untuk kegiatan dan pernikahan. Pelaku usaha juga dapat menyesuaikan paket layanan, seperti halfday maupun layanan drop-in dan drop-out.

Dari sisi operasional, pelaku usaha perlu memperkuat pengelolaan armada untuk meningkatkan efisiensi, termasuk melalui optimalisasi perawatan dan utilisasi kendaraan.

Digitalisasi pemasaran juga didorong untuk memperluas jangkauan konsumen melalui marketplace domestik maupun luar negeri.

Sementara itu, Pendiri Trans Bhinneka Indonesia Joko Hariyanto melihat peningkatan permintaan rental mobil mulai terasa memasuki November 2026. Kenaikan terutama terjadi untuk penggunaan pada akhir pekan.

“Untuk awal November ini sudah kelihatan mulai mengalami kenaikan, terutama di akhir pekan. Permintaan unit seperti tanggal 7-8 di kami sudah habis dan sisa permintaan kami alihkan ke teman-teman sesama rental,” kata Joko kepada Kontan, Minggu (1/11/2026).

Meski permintaan meningkat, pelaku usaha masih menghadapi tantangan operasional dari sisi pasokan bahan bakar minyak (BBM). Joko mengatakan, kondisi pasokan saat ini relatif terkendali, tetapi sebelumnya sempat terjadi kelangkaan solar di sejumlah titik di sepanjang jalur tol Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Kami sempat kerepotan karena beberapa kali terjadi kelangkaan di sepanjang jalur tol Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ujarnya.

Di tengah persoalan tersebut, Trans Bhinneka Indonesia belum berencana menambah armada kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Joko menilai permintaan rental mobil listrik masih belum cukup tinggi untuk mendorong pengadaan armada baru.

Baca Juga: Penjualan Alat Berat Intraco Penta (INTA) Turun, Bisnis Rental Berkontribusi 25%

“Kami masih belum tertarik untuk melakukan pengadaan mobil listrik karena permintaan belum banyak. Tetapi kalau hybrid kami ada seperti Toyota Zenix,” kata dia.

Saat ini, mayoritas armada perusahaan masih menggunakan kendaraan bermesin diesel. Selain dinilai memiliki tenaga lebih besar, kendaraan diesel juga dianggap memiliki nilai jual kembali yang relatif tinggi.

“Mesin diesel masih menjadi andalan kami. Selain lebih bertenaga, mobil mesin diesel mempunyai harga jual bekas yang masih tinggi, value for money,” jelas Joko.

Baca Juga: Bisnis Rental Mobil Tetap Prospektif Hingga Akhir 2026

Ia berharap pemerintah memperkuat distribusi BBM, terutama di jalur-jalur utama. Menurut Joko, gangguan pasokan di Pulau Jawa saja sudah dapat menghambat operasional rental, sehingga persoalan tersebut perlu mendapat perhatian lebih luas.

“Kami berharap pemerintah lebih memperhatikan distribusi BBM. Kalau di Jawa saja susah, bagaimana di daerah lain,” pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News