Bisnis Securites Crowdfunding Meningkat Sepanjang 2022, Ini Penopangnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pendanaan usaha mikro kecil menegah (UMKM) melalui securities crowdfunding atau urun dana mencapai Rp 721,84 miliar sepanjang tahun 2022. OJK menyebut, securities crowdfunding terus meningkat dalam tiga tahun terakhir.

Sekadar informasi, securites crowdfunding merupakan metode pengumpulan dana yang dilakukan dengan cara patungan oleh pemilik usaha untuk memulai usaha atau mengembangkan bisnisnya.

Di sini, investor bisa membeli dan mendapatkan bukti kepemilikan saham, obligasi, dan sukuk dari sebuah perusahaan melalui usaha yang dibangun.


Pada tahun 2020, terdapat 127 jumlah penerbit di securites crowdfunding. Jumlah tersebut meningkat menjadi 195 pada tahun 2021 dan naik lagi menjadi 337 pada 2022.

Penambahan penerbit securites crowdfunding sejalan dengan pertumbuhan nilai emisi. Pada tahun 2020, emisi yang ada senilai Rp 184,90 miliar. Tahun 2021 nilai emisi naik menjadi Rp 413,19 miliar. Jumlah emisi meningkat menjadi Rp 721,84 miliar di tahun 2022.

Baca Juga: Crowdfunding Santara Kena Sanksi OJK, Mardigu: Kami akan Delisting Banyak Penerbit

Dari sisi pelaku industri finansial urun dana, founder & CEO Bizhare Heinrich Vincent mengatakan, tren sepanjang tahun 2022 memang meningkat pesat dibandingkan tahun sebelumnya.

"Terlihat, secara industri total investasi ke UMKM bertumbuh hingga Rp 750 miliar per Desember 2022," kata Heinrich kepada Kontan.co.id, Selasa (17/1).

Heinrich menerangkan, Bizhare juga mencatat pertumbuhan dari sisi total investasi dan investor lebih dari dua kali lipat di tahun 2022.

Menurut Heinrich, di tahun 2023 ini secara prospek akan sangat baik, mengingat pandemi Covid-19 yang sudah cenderung berakhir, terlihat dari antusiasme masyarakat yang cukup besar di awal Januari ini.

Apalagi, kata Heinrich, UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia sudah semakin menggeliat dan menarik untuk diinvestasikan melalui Securities Crowdfunding. Ditambah dengan berbagai inovasi fitur atau teknologi dan pilihan jenis bisnis serta brand menarik yang semakin beragam.

"Rencananya, Bizhare juga akan mengadakan berbagai gebrakan baru di tahun ini salah satunya dengan mengadakan Bizhare Investment Conference, konferenai bisnis dan investasi terbesar di Indonesia yang akan dihadiri oleh pemerintah, investor, dan pelaku bisnis di seluruh Indonesia," imbuh Heinrich.

Sementara itu, Co Founder dan COO LandX Aldy Gunawan mengatakan, tren industri layanan urun dana di Indonesia sepanjang 2022 mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Menurut Aldy, hal ini didukung oleh beberapa faktor, seperti pertumbuhan ekonomi yang stabil, semakin mudahnya akses terhadap layanan urun dana, peningkatan literasi keuangan khususnya produk layanan urun dana, hingga keinginan bagi investor untuk mengalokasikan dana jangka panjang.

"LandX tetap menjadi pilihan utama di antara investor baru maupun lama di layanan urun dana, dengan tetap mendominasi pangsa pasar sebesar 49.41%," ungkap Aldy kepada Kontan.co.id, Senin (16/1).

Aldy memandang, tren industri layanan urun dana di tahun 2023 diharapkan akan terus meningkat dengan semakin banyaknya platform yang bermain di industri ini. Bersama-sama, semua platform dapat meningkatkan literasi masyarakat mengenai produk layanan urun dana.

"LandX sangat antusias dan menargetkan akan menawarkan lebih banyak industri untuk listing, sehingga investor dapat mencari produk investasi yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasinya," ujar Aldy.

Baca Juga: Pengucuran Dana Lewat Securites Crowdfunding Mencapai Rp 722 Miliar di Tahun 2022

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat