Bisnis tekstil RDTX terpuruk



JAKARTA. PT Roda Vivatex Tbk (RDTX) mengumumkan bahwa bisnis tekstil yang dijalanai perusahaan sedang mengalami kelesuan. Bahkan perseroan sudah berencana untuk mengurangi jumlah karyawan.Wriady Widjaja, Direktur Utama RDTX dalam keterbukaan informasinya menyampaikan ada empat hal yang membuat bisnis tekstil RDTX terpuruk.Pertama, keadaan pasar domestik yang lesu membuat order penjualan perseroan mengalami penurunan drastis hampir 50%.Kedua, dampak depresiasi nilai tukar rupiah membuat harga bahan baku benang, kimia, pewarna dan lainnya yang dibayar dalam mata uang Dollar Amerika mengalami kenaikan. Sedangkan harga penjualan dibayar dalam rupiah.Ketiga, Harga penjualan kain cenderung mengalami pelemahan, karena masuknya kain impor yang cukup deras dengan harga relatif lebih murah.Keempat, Kenaikan biaya tenaga kerja terkait dengan upah minimum 2014. Padahal RDTX adalah perusahaan padat karya."Melihat kenaikan upah dan fluktuasi nilai tukar rupiah memaksa kami untuk mengurangi produksi. Dampak dari pengurangan tersebut kami berencana secara bertahap melakukan pengurangan karyawan," jelas Wiriady.Sebagai informasi, pendapatan RDTX dari penjualan kain per 30 September 2013 sebesar Rp 56,1 miliar. Turun dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 64,2 miliar.Namun, RDTX memiliki bisnis lain dari anak usahanya berupa penyewaan gedung. Dari pos pendapatan bisnis ini perseroan mampu meraup pendapatan di kuartal III 2013 sebesar Rp 239,1 miliar. Jumlah tersebut melonjak 27,3% dibanding tahun lalu yang sebesar Rp 173,8 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Barratut Taqiyyah Rafie