Bisnis terancam, Pegadaian siapkan strategi penangkal



KONTAN.CO.ID - YOGYAKARTA. Industri gadai hadapi tantangan untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. PT Pegadaian telah menyiapkan strategi agar tetap bertahan.

Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian Harianto Widodo bilang, bahwa Indonesia akan memasuki industri 4.0 berupa era digitalisasi, otomasi, dan penggunaan kecerdasan buatan (AI). Maka itu Pegadaian tidak bisa mengandalkan pola bisnis tradisional di tengah pertumbuhan pasar milenial.

Baca Juga: Himbara: Holding BUMN keuangan tinggal tunggu restu menteri keuangan


Apalagi persaingan, kata Harianto, industri gadai semakin ketat dengan ditambah berkembang layanan fintech peer to peer (P2P) lending. Kehadiran mereka bisa menjadi ancaman sekaligus tantangan bagi Pegadaian.

“Bisnis Pegadaian ter-destruct oleh berbagai hal dan ini menjadi tantangan bisnis ke depan,” kata Harianto di Yogyakarta, Jumat (26/7).

Baca Juga: Pegadaian Mengerek Bisnis Non Gadai

Hadapi tantangan tersebut, Pegadaian siapkan G-Star Generation berupa startegi 5G’s, yakni Grow Crow (menumbuhkan bisnis utama), kemudian Grab New (menangkap peluang baru), Groom Talent (mengembangkan talenta internal), Gen-Z Tech (teknologi generasi terkini) dan Great Culture (budaya perusahaan yang hebat).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati