KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank OCBC NISP Tbk berhasil menjaga bisnis pembiayaan perdagangan alias trade finance tetap tumbuh positif di tengah tren pelemahan rupiah. Sebagai informasi, trade finance merupakan layanan yang diberikan bank untuk pembiayaan atau menjamin keamanan aktivitas perdagangan nasabah, baik domestik maupun internasional. Bisnis trade finance perbankan sangat erat kaitannya dengan aktivitas ekspor-impor. Sebab itu, pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi saat ini akan berdampak pada pertumbuhan bisnisnya. Baca Juga: Naik 71,43%, Laba Fintech Lending Capai Rp 960 Miliar per April 2026 Head of Transaction Banking OCBC, Gianto Kusno menyampaikan, bisnis trade finance banknya berhasil tumbuh positif dengan didorong oleh pembiayaan ekspor-impor yang tetap terjaga di tengah tantangan kurs. "Secara portofolio, bisnis trade finance OCBC masih tumbuh sejalan dengan pertumbuhan aktivitas perdagangan nasabah," kata Gianto kepada Kontan akhir pekan lalu. Gianto menyebut permintaan pembiayaan untuk aktivitas ekspor-impor pada banknya tetap menunjukkan pertumbuhan positif, terutama dari sektor-sektor yang memiliki eksposur perdagangan internasional. Selain permintaan yang masih solid, Gianto juga bilang OCBC terus memperluas basis nasabahnya dalam bisnis trade finance, baik dari nasabah korporasi maupun komersial. "Ke depan, kami tetap optimistis terhadap prospek bisnis trade finance. Fokus kami adalah memperkuat solusi end-to-end bagi nasabah, mulai dari trade finance, supply chain financing, hingga treasury dan foreign-exchange," ucapnya. Baca Juga: TWP90 Industri Fintech Lending Makin Dekati Ambang Batas Aman Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Bisnis Trade Finance OCBC NISP Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Rupiah
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank OCBC NISP Tbk berhasil menjaga bisnis pembiayaan perdagangan alias trade finance tetap tumbuh positif di tengah tren pelemahan rupiah. Sebagai informasi, trade finance merupakan layanan yang diberikan bank untuk pembiayaan atau menjamin keamanan aktivitas perdagangan nasabah, baik domestik maupun internasional. Bisnis trade finance perbankan sangat erat kaitannya dengan aktivitas ekspor-impor. Sebab itu, pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi saat ini akan berdampak pada pertumbuhan bisnisnya. Baca Juga: Naik 71,43%, Laba Fintech Lending Capai Rp 960 Miliar per April 2026 Head of Transaction Banking OCBC, Gianto Kusno menyampaikan, bisnis trade finance banknya berhasil tumbuh positif dengan didorong oleh pembiayaan ekspor-impor yang tetap terjaga di tengah tantangan kurs. "Secara portofolio, bisnis trade finance OCBC masih tumbuh sejalan dengan pertumbuhan aktivitas perdagangan nasabah," kata Gianto kepada Kontan akhir pekan lalu. Gianto menyebut permintaan pembiayaan untuk aktivitas ekspor-impor pada banknya tetap menunjukkan pertumbuhan positif, terutama dari sektor-sektor yang memiliki eksposur perdagangan internasional. Selain permintaan yang masih solid, Gianto juga bilang OCBC terus memperluas basis nasabahnya dalam bisnis trade finance, baik dari nasabah korporasi maupun komersial. "Ke depan, kami tetap optimistis terhadap prospek bisnis trade finance. Fokus kami adalah memperkuat solusi end-to-end bagi nasabah, mulai dari trade finance, supply chain financing, hingga treasury dan foreign-exchange," ucapnya. Baca Juga: TWP90 Industri Fintech Lending Makin Dekati Ambang Batas Aman Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News