KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis pengelolaan nasabah kaya atau wealth management di perbankan masih menunjukkan pertumbuhan positif pada paruh pertama 2026, meski ekonomi global masih dibayangi ketidakpastian. Kondisi seperti pelemahan rupiah hingga kenaikan suku bunga acuan justru ikut mendorong meningkatnya minat pada layanan ini. Di tengah volatilitas pasar keuangan, ekonom Bank Tabungan Negara (BTN), Myrdal Gunarto, menilai bank yang memiliki spesialisasi wealth management justru berada dalam posisi diuntungkan.
Menurutnya, nasabah kaya cenderung melakukan rebalancing portofolio ke instrumen yang lebih aman.
Baca Juga: Walau Banyak Cobaan Ekonomi, Bisnis Wealth Management Perbankan Terus Tumbuh "Saat bank hati-hati menyalurkan kredit di tengah iklim global yang kurang kondusif, masih ada produk berbasis wealth management yang bisa ditawarkan," ujar Myrdal, Kamis (18/6/2026). Dari sisi industri, Bank DBS Indonesia mencatat pertumbuhan positif pada layanan pengelolaan dana nasabah kaya. Direktur Konsumer DBS Indonesia, Melfrida Gultom, menyebut jumlah nasabah wealth management meningkat 73% secara tahunan per Mei 2026, meski tidak merinci lebih lanjut. Selain itu, asset under management (AUM) wealth management DBS Indonesia tumbuh 7% secara tahunan pada periode yang sama. Dalam lima bulan pertama tahun ini, pendapatan bersih dari layanan tersebut juga ikut meningkat tajam. Melfrida menjelaskan, DBS menjalankan bisnis wealth management dengan pendekatan berbasis data dan analisis terbaru untuk membantu nasabah mengembangkan kekayaan. Keunggulannya terletak pada pendekatan insight driven dalam memberikan rekomendasi investasi. Sementara itu, Maybank Indonesia juga mencatat pertumbuhan positif bisnis wealth management hingga Mei 2026. Total AUM naik 12% secara tahunan, didorong strategi diversifikasi portofolio serta penyediaan beragam produk investasi.
Baca Juga: Bisnis Wealth Management BCA Tumbuh 10% pada Kuartal I-2026 Community Financial Services Director Maybank Indonesia, Bianto Surodjo, mengatakan pihaknya memperkuat peran manajer investasi untuk membantu nasabah memilih instrumen di tengah gejolak pasar. Menurut dia, kondisi pasar yang menantang justru membuat layanan wealth management semakin diminati. Bianto menilai kunci utama pertumbuhan bisnis ini adalah diversifikasi portofolio, sehingga Maybank Indonesia terus menghadirkan beragam produk dengan imbal hasil yang kompetitif. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News