KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan Bitcoin dan emas yang berbeda di tengah kondisi pasar yang penuh ketidakpastian kembali menunjukkan perbedaan karakter kedua aset tersebut. Saat emas mencetak rekor tertinggi, Bitcoin justru mengalami koreksi cukup dalam sehingga narasi Bitcoin sebagai "emas digital" kembali mendapat sorotan. CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis menilai Bitcoin tetap memiliki potensi sebagai aset alternatif investasi. Namun, karakter Bitcoin perlu dipahami berbeda dari emas yang selama ini dikenal sebagai aset safe haven tradisional. "Menariknya dari fase koreksi tahun ini adalah munculnya apa yang oleh sejumlah analis disebut sebagai 'the great decoupling', korelasi Bitcoin dengan emas yang selama ini dianggap bergerak searah sebagai sesama lindung nilai terhadap inflasi, justru terputus. Emas mencetak rekor tertinggi, sementara Bitcoin terkoreksi dalam," kata Yudhono.
Bitcoin Anjlok Saat Emas Cetak Rekor, Benarkah Kripto Layak Disebut Emas Digital?
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan Bitcoin dan emas yang berbeda di tengah kondisi pasar yang penuh ketidakpastian kembali menunjukkan perbedaan karakter kedua aset tersebut. Saat emas mencetak rekor tertinggi, Bitcoin justru mengalami koreksi cukup dalam sehingga narasi Bitcoin sebagai "emas digital" kembali mendapat sorotan. CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis menilai Bitcoin tetap memiliki potensi sebagai aset alternatif investasi. Namun, karakter Bitcoin perlu dipahami berbeda dari emas yang selama ini dikenal sebagai aset safe haven tradisional. "Menariknya dari fase koreksi tahun ini adalah munculnya apa yang oleh sejumlah analis disebut sebagai 'the great decoupling', korelasi Bitcoin dengan emas yang selama ini dianggap bergerak searah sebagai sesama lindung nilai terhadap inflasi, justru terputus. Emas mencetak rekor tertinggi, sementara Bitcoin terkoreksi dalam," kata Yudhono.
TAG: