KONTAN.CO.ID - Harga Bitcoin (BTC) berada di kisaran US$71.000 pada pembukaan perdagangan Wall Street, Kamis (9/4/2026), setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) sesuai dengan ekspektasi pasar. Mengutip data
Coinmarketcap pukul 09.04 WIB, harga BTC di US$71.188 atau naik 0,26% dalam 24 jam terakhir dan 6,40% selama sepekan.
Baca Juga: Kinerja Emiten Rokok Diproyeksi Positif di 2026, Cek Rekomendasi Saham HMSP dan GGRM Data PCE Tidak Menimbulkan Kejutan Menurut data dari
TradingView, volatilitas harga BTC mereda setelah sempat menyentuh level lokal tertinggi sekitar US$73.000 sehari sebelumnya. Ketenangan pasar dipicu oleh kesepakatan gencatan senjata sementara antara AS dan Iran, serta data inflasi yang sesuai dengan perkiraan Federal Reserve, melalui indeks
Personal Consumption Expenditures (PCE) yang menjadi indikator favorit bank sentral AS. Data menunjukkan, inflasi inti PCE tahunan untuk Februari tercatat 3%, sedangkan secara bulanan berada di 0,4%, menurut US Bureau of Economic Analysis (BEA).
Baca Juga: Strategi Trading Jangka Pendek dan Saham Pilihan Analis di Tengah Fluktuasi IHSG Namun, analis dari The Kobeissi Letter mencatat bahwa dampak perang AS-Iran dan tekanan pasokan minyak belum tercermin pada data PCE ini. “Ini menandai data inflasi PCE terakhir sebelum perang Iran,” tulis mereka di X dilansir dari
Cointelegraph. Pasar tetap berhati-hati terhadap kebijakan The Fed ke depan, dengan data dari FedWatch Tool CME Group menunjukkan ekspektasi pemangkasan suku bunga di 2026 masih nihil. Ekonom Mohamed El-Erian menekankan bahwa rilis Consumer Price Index (CPI) untuk Maret, Jumat ini, lebih penting bagi pasar. “Meskipun inflasi PCE adalah ukuran favorit Fed, fokus inflasi minggu ini sebenarnya ada pada data CPI besok, karena PCE hanya menutup Februari, belum Maret,” ujarnya di X. CPI sangat sensitif terhadap fluktuasi harga minyak.
Baca Juga: Wall Street Tergelincir Kamis (9/4), Gencatan Senjata dan Data Inflasi Membayangi Trader: Target US$80.000 Masih Diincar Pergerakan harga BTC saat ini membuat para trader berspekulasi tentang arah berikutnya. Dalam analisis pasar terbaru, trader anonim LP memanfaatkan cluster likuiditas untuk menentukan potensi target. Ia mencatat: “Beberapa cluster likuiditas leverage rendah di sisi atas sudah terselesaikan, tapi likuiditas signifikan masih ada di sekitar 73K dan di atas level tertinggi sekitar 76K. Sementara itu, likuiditas mulai terbentuk di sisi bawah, terutama di sekitar 69K dan 64K. Dengan harga masih terkonsolidasi, kedua sisi tetap terbuka. Jika level 69–68K bertahan, harga kemungkinan akan terdorong naik menuju likuiditas sisa di 73K.”
Baca Juga: IDX Basic Materials Tumbuh Positif di Tengah Gejolak, Cek Saham Rekomendasi Analis Trader kripto Michaël Van de Poppe lebih optimistis, mempertahankan target US$80.000. “Selama Bitcoin tetap berada dalam kisaran ini, ada potensi leg naik baru menuju US$80K,” tuturnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News