Bitcoin (BTC) Melemah ke US$66.224, Level US$69.000 Jadi Penentu Arah Pasar



KONTAN.Co.ID - JAKARTA. Harga Bitcoin (BTC) kembali mencatatkan tekanan signifikan pada perdagangan Rabu (waktu setempat). Mengacu pada data dari TradingView, BTC mengalami penurunan harian hampir 3% setelah area US$70.000 kembali gagal menjadi level support yang kuat.

Pada sesi tersebut, Bitcoin sempat menyentuh level terendah mingguan baru di kisaran US$66.224, dengan area US$66.500 menjadi fokus pergerakan harga berikutnya. Pasangan BTC/USD dinilai belum memberikan sinyal pembalikan arah yang meyakinkan bagi pelaku pasar, di tengah proyeksi sebagian analis yang memperkirakan potensi koreksi hingga US$50.000 atau bahkan lebih rendah.

Level US$69.000 Jadi Zona Krusial

Keith Alan, salah satu pendiri platform analisis perdagangan Material Indicators, menyoroti pentingnya rentang perdagangan sempit yang saat ini terjadi di sekitar US$69.000.


Dalam unggahannya di platform media sosial X, Alan menyebut bahwa meskipun Bitcoin menunjukkan tanda-tanda pelemahan di sekitar US$69.000, level tersebut memiliki signifikansi historis.

Baca Juga: Standard Chartered Pangkas Target Harga Bitcoin 2026 Menjadi Segini

“Jika melihat kembali ke 2024, harga menghabiskan waktu konsolidasi yang luar biasa lama di rentang ini,” tulis Alan.

Ia menambahkan bahwa delapan bulan konsolidasi pada 2024, ditambah dengan puncak harga pada 2021, telah membentuk kekuatan struktural yang signifikan di level tersebut. Menurutnya, pengakuan pasar terhadap area ini menjadi sinyal penting dalam membaca arah pergerakan selanjutnya.

Namun demikian, Alan mengingatkan bahwa level US$69.000 dapat menjadi pedang bermata dua bagi pasar kripto.

Apabila muncul katalis positif yang mendorong pemulihan harga, maka konsolidasi tambahan di kisaran ini justru akan memperkuat struktur support. Sebaliknya, jika tren turun berlanjut sebagaimana pola historis dan sinyal teknikal saat ini, maka area tersebut berpotensi berubah menjadi resistance yang lebih kuat dibandingkan 2024.

“Bukan berarti level itu tidak bisa ditembus, tetapi dibutuhkan momentum besar untuk melakukannya. Saat ini, kami belum melihat momentum yang cukup kuat untuk menembusnya secara berkelanjutan,” jelasnya.

Februari 2026 Berpotensi Jadi Bulan Terburuk Sejak 2014

Dalam jangka waktu yang lebih pendek, sejumlah analis menilai kemungkinan terbentuknya local bottom mulai terlihat. Trader anonim Killa dalam analisanya di X mengungkapkan bahwa secara historis, harga Bitcoin kerap mencetak level tertinggi atau terendah bulanan antara hari keempat hingga ketujuh dalam satu bulan berjalan.

Menariknya, hari Senin disebut sebagai hari yang cukup menguntungkan bagi posisi short sejak Bitcoin mulai mengalami koreksi dari level all-time high pada Oktober 2025.

Baca Juga: Bitcoin Terus Anjlok, Pakar Buka Suara: Haruskah Investor Jual Sekarang?

“Kamu bisa saja melakukan short pada Bitcoin setiap hari Senin selama empat bulan terakhir dan memenangkan 18 dari 19 transaksi,” ungkap Killa.

Sementara itu, data dari platform pemantauan pasar kripto CoinGlass menunjukkan bahwa hingga saat ini Bitcoin telah mencatatkan penurunan sekitar 14,4% sepanjang Februari 2026. Angka ini hampir menyamai kinerja negatif pada periode yang sama tahun lalu.

Secara historis sejak 2013, Februari hanya berakhir di zona merah sebanyak tiga kali. Jika tren pelemahan berlanjut, Februari 2026 berpotensi menjadi salah satu bulan terburuk bagi Bitcoin dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Prospek Bitcoin: Menanti Momentum Besar

Dengan tekanan yang masih dominan dan momentum bullish yang belum terbentuk secara berkelanjutan, pasar kripto kini menanti katalis baru untuk menentukan arah selanjutnya.

Level US$69.000 menjadi titik krusial yang akan menentukan apakah Bitcoin mampu bangkit kembali atau justru melanjutkan tren koreksi lebih dalam. Bagi investor dan trader, manajemen risiko serta disiplin strategi tetap menjadi kunci di tengah volatilitas tinggi yang membayangi pasar aset kripto global.

Selanjutnya: Mengapa Pluto Bukan Planet? Inilah Penjelasan yang Harus Anda Ketahui

Menarik Dibaca: Promo JSM Hypermart 13-16 Februari 2026, Aneka Biskuit Kaleng Diskon hingga 40%