KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar aset kripto kembali mencatat penguatan pada kuartal III 2026. Bitcoin dan ether sama-sama mengalami kenaikan signifikan dalam tiga bulan terakhir, dengan ether membukukan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan bitcoin. Mengacu pada data CoinMarketCap, Jumat (2/10/2026) pukul 18.10 WIB, harga bitcoin berada di US$ 86.467. Nilai tersebut meningkat 12,91% dalam 30 hari terakhir dan 37,80% dalam 90 hari terakhir. Sementara itu, ether berada di level US$ 2.748, atau menguat 15,76% dalam 30 hari dan 55,11% dalam 90 hari terakhir.
CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis mengatakan, pemulihan pasar kripto pada kuartal III terutama ditopang oleh kembali masuknya investor institusional melalui spot ETF, khususnya di Amerika Serikat. Kondisi tersebut turut memperbaiki sentimen terhadap aset digital.
Baca Juga: IHSG Terkoreksi 3,28% dalam Sepekan, Waspadai Tekanan dari Yield UST "Sepanjang kuartal III 2026, pasar kripto menunjukkan pemulihan yang cukup kuat setelah tekanan di semester pertama. Bitcoin dan Ether sama-sama naik signifikan, dengan Ether mencatat kenaikan yang lebih agresif," kata Yudhono kepada Kontan, Jumat (2/10/2026). Berdasarkan data internal FLOQ, bitcoin naik sekitar 36,32% dalam 90 hari, sedangkan Ethereum meningkat 54,91%. Yudhono menyebut arus dana ke ETF menjadi salah satu faktor utama yang menopang pergerakan kedua aset tersebut. Hingga 25 September 2026, arus dana masuk ke ETF bitcoin tercatat sekitar US$ 6,4 miliar, sedangkan ETF Ethereum mencapai sekitar US$ 3,1 miliar. Menurut Yudhono, meski nominalnya lebih kecil, aliran dana ke ETF Ethereum relatif besar dibandingkan kapitalisasi pasarnya sehingga memberikan dorongan lebih kuat terhadap harga ether. Selain ETF, kenaikan ether juga didukung oleh meningkatnya akumulasi aset oleh perusahaan treasury Ethereum serta aktivitas staking. Sementara itu, bitcoin masih mendapatkan dukungan dari permintaan institusional dan meningkatnya kembali minat terhadap aset berisiko.
Prospek pasar kripto kuartal IV 2026
Memasuki kuartal IV 2026, Yudhono memperkirakan pasar kripto masih akan bergerak volatil karena sangat dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi global, terutama arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed). "Untuk kuartal IV, outlook masih terbuka, tetapi kemungkinan besar volatilitas tetap tinggi dan sangat dipengaruhi faktor makro, terutama kebijakan suku bunga The Fed," ujar Yudhono. Arus dana institusional juga akan menjadi perhatian. Pada September 2026, ETF bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat net inflow sekitar US$ 2,65 miliar, sementara ETF Ethereum mencatat sekitar US$ 832 juta.
Baca Juga: Dolar AS Perkasa, Analis Ungkap Prospek Yen Jepang dan Franc Swiss Yudhono mengatakan, jika arus dana tersebut berlanjut, sentimen terhadap pasar kripto masih berpeluang terjaga. Sebaliknya, perubahan menjadi arus keluar dapat meningkatkan tekanan terhadap harga bitcoin dan ether.
Selain faktor moneter dan arus ETF, perkembangan regulasi aset kripto di Amerika Serikat juga akan menjadi sentimen penting hingga akhir tahun. Perkembangan kebijakan terkait struktur pasar, stablecoin, ETF, dan aktivitas institusional dapat memengaruhi kepercayaan pelaku pasar. Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Yudhono memproyeksikan harga bitcoin dapat berada di kisaran US$ 105.000-US$ 115.000 pada akhir 2026. Sementara itu, ether diperkirakan berada di rentang US$ 3.000-US$ 3.500. "Ini bukan target yang presisi, melainkan estimasi berdasarkan kondisi pasar saat ini," tutupnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News