Bitcoin Menguat Pasca Halving, Pasar Waspadai Data Ekonomi Pekan ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bitcoin (BTC) mulai kembali pulih awal pekan ini dengan melampaui US$ 65.000. Pekan lalu, BTC sempat terpuruk hingga ke level US$ 60.000.

Berdasarkan data coinmarketcap, per Selasa (23/4) pukul 12.05 WIB, BTC bergerak di US$ 66.381 atau menguat 6,12% dalam periode tujuh hari terakhir. Sementara Ethereum (ETH) bertengger di US$ 3.181 atau naik 4,91% dalam periode tujuh hari terakhir.

Adapun, total kapitalisasi pasar aset kripto naik 0,62% dalam 24 jam terakhir menjadi US$ 2,43 triliun.


Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha mengatakan, peristiwa Bitcoin halving keempat akhirnya sukses terlaksana pada hari Sabtu (20/4). Halving kali ini terjadi pada ketinggian blok 840.000 dan ketika halving terjadi Bitcoin berada di kisaran US$ 64.000. 

Baca Juga: Harap Sabar, Efek Halving Bitcoin Baru Bakal Terasa dalam Waktu 2-3 Bulan ke Depan

Panji menyebutkan, Bitcoin halving tidak secara langsung menyebabkan lonjakan harga BTC secara instan. BTC kemungkinan dapat bergerak sideways atau turun untuk sementara waktu pasca-halving, namun ini tidak berarti bahwa pasar bullish telah berakhir.

"Potensi bullish kemungkinan besar akan kembali berlanjut beberapa bulan pasca-halving hingga dapat mendorong BTC melampaui all time high US$ 73.000 dan alt season akan kembali terjadi," tulisnya dalam riset, Selasa (23/4).

Pekan ini, secara teknikal ia melihat BTC berupaya untuk menuju ke area resistance US$ 69.000 dengan menguji area MA-50 terlebih dahulu di sekitar US$ 67.500. Namun, jika mengalami rejection MA-50 maka potensi melemah ke support US$64.000.

Adapun sentimen di pekan ini, pasar menantikan dimulainya perdagangan ETF Bitcoin dan Ethereum (ETH) di Hong Kong. Disisi lain, pasar akan memantau data ekonomi AS, antara lain, rilis pertumbuhan GDP Amerika Serikat (AS), serta data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS.

Baca Juga: Harga Bitcoin Kembali Naik Usai Halving, Simak Prospek ke Depannya

Pertumbuhan PDB AS untuk kuartal I 2024 diperkirakan akan menunjukkan penurunan aktivitas ekonomi. Ekspektasi pasar menunjukkan pertumbuhan PDB akan melambat ke tingkat tahunan sebesar 2,5%, turun dari tingkat tahunan sebesar 3,4% pada kuartal IV 2023 dan 4,9% pada kuartal III 2023.

Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) diperkirakan meningkat 0,3% MoM di bulan Maret, sesuai dengan laporan bulan sebelumnya. Sementara, secara tahunan PCE diperkirakan meningkat menjadi 2,6% YoY, naik dari 2,5% YoY dari periode Februari.

Sementara minggu depan The Fed akan mengadakan pertemuan (FOMC) lagi pada 30 April hingga 1 Mei, dan para pejabat kini berada dalam masa tenang menjelang pertemuan tersebut. 

Menurutnya, apabila data GDP dan PCE di atas ekspektasi, maka kemungkinan akan mendorong permintaan terhadap dolar AS karena suku bunga berpotensi tetap tinggi dalam periode lebih lama. Hal ini juga dapat memicu tekanan jangka pendek terhadap BTC.

Namun, data yang sesuai atau lebih rendah dari ekspektasi pasar kemungkinan besar akan berdampak sebaliknya. "Sehingga the Fed dapat segera memangkas suku bunga dan BTC dapat melanjutkan reli jangka pendek," tutup Panji.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati