Bitcoin Munculkan Sinyal Bullish, Fisher Transform Catat Persilangan Keempat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bitcoin (BTC) mulai menunjukkan sinyal positif setelah indikator teknikal Fisher Transform mencatat bullish crossover yang secara historis pernah muncul di sekitar fase pembentukan dasar harga Bitcoin.

Melansir laman Cointelegraph, analis Willy Woo menyoroti sinyal tersebut melalui unggahannya di X pada Jumat (18/9/2026).

Ia mengacu pada Fisher Transform, indikator analisis tren harga yang dikembangkan pada 2002.


Fisher Transform mengolah pergerakan harga untuk memberikan gambaran mengenai kekuatan tren.

Baca Juga: Rupiah Berpotensi Tertekan Pekan Depan, Pasar Tunggu Keputusan BI

Indikator ini menggunakan transformasi berbasis logaritma untuk membantu membaca pergerakan harga, terutama ketika berada pada kondisi ekstrem.

Indikator tersebut terdiri dari dua garis, yakni Fisher Line dan Trigger Line. Keduanya bergerak pada skala dengan titik tengah nol, sementara Trigger Line berasal dari Fisher Line dengan jeda satu periode.

Menurut Woo, pada Bitcoin, pembalikan Fisher ke arah atas yang ditandai persilangan kedua garis tersebut pada grafik bulanan sebelumnya bertepatan dengan fase dasar pasar (bear-market bottom).

“Titik terendah BTC: 3 dari 3 kali tepat sasaran tanpa sinyal palsu (fake-out). Persilangan terbaru ini merupakan yang ke-4 dalam catatan sejarah,” tulis Woo.

Persilangan terbaru terjadi pada Juli di level -2,26. Jika pola historis tersebut kembali terulang, sinyal ini dapat menjadi indikasi awal terbentuknya tren kenaikan Bitcoin dalam jangka panjang.

Baca Juga: Emas Naik ke Level Tertinggi Sepekan, Seiring Melandainya Harga Minyak

Meski demikian, Woo menekankan bahwa sinyal tersebut belum berarti Bitcoin pasti memasuki tren bullish. Harga masih berpotensi bergerak konsolidasi atau kembali turun sebelum membentuk tren baru.

Menurut dia, dalam fase pasar bullish, Fisher Transform juga dapat menghasilkan bearish crossover sementara sebelum kembali membentuk persilangan bullish.

Kondisi tersebut antara lain dipengaruhi aktivitas investor spekulatif yang lebih sensitif terhadap pergerakan harga jangka pendek.

Sebaliknya, ketika pasar berada dalam fase pembentukan dasar setelah tren bearish, aktivitas investor spekulatif cenderung lebih rendah.

Kondisi tersebut membuat pembalikan harga dari level rendah dinilai lebih mudah terbaca melalui indikator.

“Ketika harga turun ke titik di mana investor melihat adanya nilai, tekanan beli kembali muncul tetapi spekulan tidak banyak. Harga berbalik lebih bersih tanpa fake out yang terlihat di puncak,” ujar Woo.

Baca Juga: IHSG Konsolidasi Melemah di Pekan Ini, Tekanan Suku Bunga Global

Divergensi bullish

Sinyal positif lainnya terlihat pada grafik mingguan Bitcoin. Sepanjang 2026, Fisher Transform menunjukkan pola bullish divergence.

Indikator tersebut mencatat titik terendah pada -2,85 pada akhir Desember 2025, ketika harga Bitcoin masih berada di sekitar US$90.000.

Sejak saat itu, Fisher mencatat serangkaian titik terendah yang semakin tinggi (higher lows), sementara harga Bitcoin justru membentuk titik terendah yang lebih rendah (lower lows). Perbedaan arah tersebut dikenal sebagai bullish divergence.

Pola serupa juga terlihat pada 2022. Ketika itu, divergensi bullish pada Fisher muncul sepanjang enam bulan terakhir fase bear market Bitcoin sebelum harga berbalik.

Meski demikian, sejumlah indikator on-chain dalam beberapa bulan terakhir telah memunculkan sinyal pembalikan dari fase bearish.

Namun, masih terdapat keraguan apakah level sekitar US$57.000 yang dicapai Bitcoin pada 1 Juli benar-benar menjadi dasar siklus terbaru.

Baca Juga: Bunga The Fed Tinggi, Infovesta Pilih Obligasi AS dan Money Market USD

Pekan lalu, Woo juga mencatat belum terlihatnya minat beli yang lazim muncul ketika Bitcoin mencapai titik terendah.

Aktivitas pada sisi penawaran (bid side) saat itu menunjukkan akumulasi lebih banyak dilakukan oleh sejumlah kecil investor dengan volume transaksi besar.

Dengan demikian, sinyal Fisher Transform memberikan indikasi teknikal yang konstruktif, tetapi konfirmasi dari pergerakan harga dan aktivitas pasar masih diperlukan untuk melihat apakah Bitcoin benar-benar telah memasuki siklus kenaikan baru.

Mengacu pada data CoinMarketCap pada Jumat (18/9/2026) pukul 20.18 WIB, harga Bitcoin berada di level US$78.028, naik 1,81% dalam 24 jam terakhir dan menguat 0,45% dalam sepekan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News