KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gejolak di Timur Tengah memicu ketidakpastian di pasar keuangan global. Di tengah kondisi tersebut, Bitcoin menunjukkan ketahanan dengan kenaikan sekitar 12% dalam 60 hari terakhir, diperdagangkan di kisaran US$ 70.000–US$ 71.000 per Selasa (24/03/2026). Sementara itu, indeks saham S&P 500 turun sekitar 4%, dan harga emas terkoreksi hingga 16%, mencatatkan penurunan terbesar sejak 1983 dengan level sekitar US$ 4.400 per ons troi. Kondisi ini membuat investor semakin menyoroti Bitcoin sebagai alternatif lindung nilai. “Karakteristik Bitcoin yang terdesentralisasi, dapat diperdagangkan 24 jam, serta tidak bergantung pada sistem perbankan konvensional menjadikannya relevan di tengah terganggunya stabilitas sistem keuangan akibat konflik geopolitik,” kata Antony Kusuma, Vice President Indodax dalam siaran pers.
Bitcoin Tangguh di Tengah Gejolak Global, Emas dan Saham Tertekan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gejolak di Timur Tengah memicu ketidakpastian di pasar keuangan global. Di tengah kondisi tersebut, Bitcoin menunjukkan ketahanan dengan kenaikan sekitar 12% dalam 60 hari terakhir, diperdagangkan di kisaran US$ 70.000–US$ 71.000 per Selasa (24/03/2026). Sementara itu, indeks saham S&P 500 turun sekitar 4%, dan harga emas terkoreksi hingga 16%, mencatatkan penurunan terbesar sejak 1983 dengan level sekitar US$ 4.400 per ons troi. Kondisi ini membuat investor semakin menyoroti Bitcoin sebagai alternatif lindung nilai. “Karakteristik Bitcoin yang terdesentralisasi, dapat diperdagangkan 24 jam, serta tidak bergantung pada sistem perbankan konvensional menjadikannya relevan di tengah terganggunya stabilitas sistem keuangan akibat konflik geopolitik,” kata Antony Kusuma, Vice President Indodax dalam siaran pers.
TAG: