KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bitcoin masih menjadi perhatian investor setelah sempat menembus level US$ 81.000 sebelum kembali terkoreksi. Pergerakan aset kripto ini masih dipengaruhi oleh sentimen makro, arus dana institusional, serta arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed). Berdasarkan data CoinMarketCap per Senin (31/8/2026) pukul 15.56 WIB, harga Bitcoin berada di level US$ 78.412, naik 0,46% dalam 24 jam dan 1,75% dalam sepekan. CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis mengatakan penguatan Bitcoin sebelumnya turut didorong oleh perubahan kondisi likuiditas di pasar keuangan Amerika Serikat (AS). Kebijakan buyback obligasi jangka panjang pemerintah AS dinilai memberikan sentimen positif bagi aset kripto.
Bitcoin Terkoreksi Usai Tembus US$ 81.000, Begini Proyeksinya hingga Akhir 2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bitcoin masih menjadi perhatian investor setelah sempat menembus level US$ 81.000 sebelum kembali terkoreksi. Pergerakan aset kripto ini masih dipengaruhi oleh sentimen makro, arus dana institusional, serta arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed). Berdasarkan data CoinMarketCap per Senin (31/8/2026) pukul 15.56 WIB, harga Bitcoin berada di level US$ 78.412, naik 0,46% dalam 24 jam dan 1,75% dalam sepekan. CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis mengatakan penguatan Bitcoin sebelumnya turut didorong oleh perubahan kondisi likuiditas di pasar keuangan Amerika Serikat (AS). Kebijakan buyback obligasi jangka panjang pemerintah AS dinilai memberikan sentimen positif bagi aset kripto.
TAG: