Bitcoin Terus Anjlok, Pakar Buka Suara: Haruskah Investor Jual Sekarang?



KONTAN.CO.ID - Pasar kripto mengalami tekanan berat di awal Februari. Dalam sepekan pertama bulan ini, aset kripto anjlok hampir 30%, dengan harga Bitcoin sempat jatuh dari level psikologis US$ 70.000 hingga menyentuh sekitar US$ 60.062.

Menurut laporan CNBC seperti yang dilansir GOBankingRates, analis Deutsche Bank Marion Laboure menilai penurunan ini menjadi sinyal bahwa investor tradisional mulai menarik diri dari pasar kripto. Sentimen terhadap aset digital pun dinilai semakin memburuk.

Situasi ini memunculkan pertanyaan besar bagi investor: apakah sekarang saat yang tepat untuk menjual Bitcoin?

Jual atau Bertahan?


Victor Gillibert, pendiri platform edukasi kripto Fibo Crypto, justru menilai menjual saat ini bisa menjadi keputusan terburuk bagi investor.

“Saya sudah cukup sering melewati fase crash seperti ini dan polanya selalu sama,” kata Gillibert kepada GOBankingRates. “Setiap kali Bitcoin turun 30%, banyak orang panik dan ingin keluar. Dan hampir setiap kali, mereka yang menjual akhirnya membeli kembali di harga yang lebih tinggi beberapa bulan kemudian.”

Menurutnya, tidak ada perubahan fundamental yang signifikan di pasar Bitcoin.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Menguat Kamis (12/2) Pagi: Brent ke US$69,74 dan WTI ke US$65,00

“Tidak ada yang benar-benar berubah. ETF masih terus melakukan akumulasi. Dampak halving terhadap pasokan masih berlangsung. Investor institusi juga tidak akan tiba-tiba meninggalkan Bitcoin hanya karena satu minggu yang buruk,” ujarnya.

Koreksi Masih dalam Pola Siklus

Pandangan serupa disampaikan See Wenwei, senior account executive di perusahaan komunikasi kripto YAP Global. Ia mengatakan bahwa perdebatan soal menjual atau bertahan selalu muncul setiap kali Bitcoin mengalami koreksi tajam.

“Bitcoin sudah mencatat pertumbuhan yang luar biasa. Penurunan saat ini masih sesuai dengan pola koreksi setelah fase bull market,” jelas Wenwei.

Tonton: Terungkap! Ini Tujuan Prabowo Bentuk Perminas untuk Industri Rare Earth Indonesia

Ia menambahkan bahwa tekanan ini dipicu oleh kombinasi sentimen risk-off, arus keluar dana dari ETF, aksi ambil untung, serta tekanan dari pasar keuangan secara global.

“Periode seperti ini bukan berarti Bitcoin kehilangan daya tarik, melainkan bagian dari siklus pematangan aset tersebut,” pungkasnya.

Selanjutnya: Berharap Bisa Melanjutkan Penguatan, Simak Proyeksi IHSG Hari Ini, Kamis (12/2)

Menarik Dibaca: Promo Berhadiah Indomaret 5-18 Februari 2026, Beli 1 Gratis 1 Cokelat dan Pasta Gigi